October 28, 2020 Your daily manna

Syarat Menjadi dan Tugas Pendeta Menurut Alkitab

Syarat dan Tugas Pendeta Menurut Alkitab

Di antara karya-karya lainnya di website ini, artikel kali ini memakan waktu yang paling lama, yaitu 9 hari. Itu dikarenakan kami, terutama saya, ingin memberikan informasi dan penjelasan yang seakurat mungkin mengenai topik kali ini.

Sebelum membahas syarat dan tugas pendeta, saya harus mengingatkan sekali lagi bahwa dasar hukum rohaniah kita adalah Alkitab. Kita harus selalu mengacu pada Alkitab dalam segala aspek kehidupan kita, termasuk di antaranya adalah penunjukan, pengangkatan, dan pelimpahan tugas pendeta di sebuah gereja. Apa yang tertulis di dalam Alkitab adalah peraturan mutlak, dan apa yang tidak diatur atau tertulis di dalam Alkitab tidak boleh diatur secara sembarangan oleh manusia atau lembaga.

Seharusnya semua gereja menjadikan Alkitab sebagai dasar mutlak untuk pengangkatan, penunjukan, dan pelimpahan tugas pendeta, tanpa harus ditambahi lagi dengan peraturan-peraturan gereja, denominasi, yayasan, atau lembaga tempat calon pendeta tersebut bernaung. Gereja bukanlah perusahaan, ladang bisnis, atau partai yang menganggap pendeta sebagai karyawan yang harus tunduk pada peraturan yang tidak alkitabiah. Pendeta juga bukan budak perusahaan, yayasan, atau partai tetapi pemimpin dan pelayan jemaat yang sudah dibeli dengan darah Yesus (Kisah 20:28).

Jika Anda berpusat pada Alkitab sebagai dasar dan acuan, Anda akan terheran-heran sendiri bahwa Alkitab sebenarnya sudah memuat banyak sekali syarat untuk menjadi pendeta dan tugas pendeta itu sendiri. Dengan tunduk pada peraturan Alkitab saja, seorang calon pendeta pasti berpikir berkali-kali untuk menjadi pendeta. Dan ketika sudah menjadi pendeta, mereka pasti akan kewalahan menjalankan tugas-tugasnya.

Di artikel ini saya akan menjelaskan syarat menjadi pendeta dan tugas pendeta berdasarkan: 1) hubungan Tuhan Yesus dengan murid-muridNya, dan 2) hubungan para rasul dengan jemaat gereja mula-mula. Seperti yang kita tahu, kesebelas murid Yesus ditunjuk oleh Tuhan Yesus sendiri untuk membaptis, memuridkan, mengajar (Matius 28:19-20), dan menggembalakan domba-domba Allah (Yohanes 21:15-17). Dengan demikian kesebelas murid itu, ditambah dengan Matias yang menggantikan Yudas, dan rasul Paulus dan Barnabas, adalah pendeta-pendeta pertama jemaat gereja mula-mula.

Syarat dan Kualifikasi untuk Menjadi Pendeta

Pertama-tama, Alkitab tidak mewajibkan seorang pendeta untuk mempunyai gelar sarjana atau latar belakang teologia. Kesebelas rasul Tuhan Yesus tidak punya gelar pendidikan teologia dan latar belakang mereka adalah nelayan (Lukas 5:1-11) dan pemungut cukai (Matius 9:9-11). Selain itu seperti yang sudah kami jelaskan di sini, pendidikan teologia di STT dan universitas-universitas sudah menyimpang jauh dari Alkitab sehingga latar belakang pendidikan teologia sudah tidak cocok lagi untuk dijadikan syarat menjadi pendeta.

Kualifikasi dan syarat untuk menjadi pendeta senior (gembala) dan pendeta muda sesuai dengan firman Allah yang tertulis di Alkitab adalah sebagai berikut:

  1. Benarlah perkataan ini: “Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah” (1 Timotius 3:1).
  2. Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu istri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang (1 Timotius 3:2).
  3. Bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang (1 Timotius 3:3).
  4. Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya (1 Timotius 3:4).
  5. Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus jemaat Allah? (1 Timotius 3:5)
  6. Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis (1 Timotius 3:6).
  7. Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis (1 Timotius 3:7).
  8. Haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah (1 Timotius 3:8).
  9. Melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci (1 Timotius 3:9).
  10. Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat (1 Timotius 3:10).
  11. Demikian pula istri-istri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal (1 Timotius 3:11).
  12. Diakon haruslah suami dari satu istri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik (1 Timotius 3:12).
  13. Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa (1 Timotius 3:13).
Tugas Pendeta Menurut Alkitab
Matius, salah satu murid Tuhan Yesus yang menjadi rasul.

Perbedaan Tugas Pendeta Senior dan Pendeta Muda

Perbedaan tugas pendeta senior dengan pendeta muda memang tidak tertulis secara spesifik di Alkitab, tetapi kita dapat membedakan tugas-tugas itu dari: 1) hubungan Tuhan Yesus dengan kedua belas muridNya (yang saat itu adalah “calon pendeta muda”), dan 2) hubungan kedua belas rasul bersama Paulus dan Barnabas (yang menjadi pendeta senior setelah kenaikan Tuhan Yesus) dengan jemaat gereja mula-mula yang berpusat di Yerusalem (rumah Markus) dan berbagai cabang gereja yang tersebar di kota-kota (Kolose, Korintus, Galatia, Efesus, Tesalonika, Filipi, Roma, dll).

Pendeta muda adalah pendeta yang diangkat untuk membantu gembala (pendeta senior). Ketika gembala berhalangan hadir, tugas pendeta muda adalah harus bertindak sebagai gembala dan berperan sebagai seorang profesional yang mengoperasikan semua fungsi gereja. Kita dapat melihat ini dari hubungan Paulus dengan Timotius (1 Timotius 3:14), Paulus dengan Titus (Titus 1:5), Paulus dengan Filemon dan Onesimus (Filemon 1:10-14).

Pendeta muda adalah seorang ahli. Salah satu tugas pendeta muda adalah mereka harus memastikan setiap departemen gereja ataupun pelayanan pastoral terus berlangsung dengan baik, yang mungkin terlewatkan oleh gembala karena kesibukan pelayanannya. Pendeta muda memang harus memiliki kuasa rohani seperti yang tertulis di Markus 16:17-18, tetapi selain itu juga harus memiliki kemampuan administrasi yang unggul.

Tugas pendeta senior atau gembala adalah WAJIB menghabiskan sebagian besar waktunya bekerja dengan pengorbanan, iman, dan kuasa rohaniah yang menggebu-gebu. Inilah yang dilakukan Tuhan Yesus dalam pelayanan resminya, dan rasul-rasul seperti Paulus, Yohanes, dan Petrus setelah turunnya Roh Kudus. Sedangkan tugas pendeta muda adalah sebagai “perdana menteri” yang mengawasi pekerjaan besar (1 Korintus 4:17). Untuk menjadi pendeta muda, seseorang harus memiliki pemahaman, kebijaksanaan, dan rasa tanggung jawab yang besar.

Untuk menjadi gembala (pendeta senior) di gereja, seseorang harus berlatih sebagai pendeta muda terlebih dulu selama MINIMAL 3 TAHUN NON-STOP. Dalam masa pelatihan ini, tugas pendeta muda adalah harus bekerja dan melatih diri kepada gembala dan gereja secara full-time setiap hari, sebagaimana murid-murid Yesus mengikut dan belajar kepada Yesus siang dan malam setiap hari selama 3 tahun pelayanan resmi Yesus. Paulus juga melatih dan mengajar penatua-penatua Efesus selama 3 tahun sebelum memberikan tugas pendeta senior (penggembalaan) kepada mereka (Kisah 20:31-32). Dalam pelatihan ini pendeta muda harus siap menerima tugas dan pengajaran kapan saja setiap saat dan tidak mengenal istilah hari libur.

Tugas pendeta muda lainnya adalah harus cepat mengetahui maksud dari gembala dan mengambil semua langkah untuk memastikan hal tersebut diproses secara administratif. Jika seorang pendeta muda tidak tahu apa yang harus dilakukan, pendeta tersebut tidak memenuhi syarat sebagai gembala. Itu sebabnya Tuhan Yesus beberapa kali menegor murid-muridNya jika mereka tidak mengetahui maksud perkataanNya. Salah satu contohnya ada di Markus 8:14-21.

Kewajiban Pendeta dan Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan Pendeta Menurut Alkitab

Selain beberapa tugas pendeta di atas, pendeta muda juga mempunyai kewajiban-kewajiban yang sudah diatur dalam Alkitab. Kewajiban-kewajiban tersebut adalah sebagai berikut:
1) berlaku dan bersikap rendah hati. Tidak boleh melakukan penghinaan terhadap gembala. Tidak boleh mengabaikan atau merendahkan gembala dalam perkataan maupun tindakan (2 Timotius 4:10,14).
2) harus dapat bersyukur atas kesempatan untuk mengakui jabatannya sebagai seorang hamba yang tidak berguna, bukan senang karena disegani sebagai orang yang dihormati (Lukas 17:10).
3) harus bisa menyelubungi dirinya sendiri dan memberikan semua kehormatan kepada gembala (Kisah 3:12-16).
4) harus melakukan yang terbaik dan menghasilkan buah yang baik (Kisah 20:18-21, 1 Korintus 9:1).

Salah satu tugas pendeta muda adalah melayani konseling jemaat. Jika gembala (pendeta senior) tidak dapat melakukan konseling satu per satu, maka akan dipercayakan kepada pendeta muda.

Pendeta muda tidak boleh menyalahgunakan tanggung jawabnya sebagai konselor. Adalah kesalahan besar jika menggunakan konseling sebagai kesempatan untuk menjauhkan hubungan antara gembala dengan jemaat. Adalah tugas pendeta untuk memperkuat hubungan antara jemaat dengan gembala. Pendeta tidak boleh dengan sengaja membuat hubungan dengan jemaat demi meraup kebaikan, hubungan asmara, simpati, keuntungan, atau kepentingan pribadi (1 Timotius 6:3-5).

Tugas pendeta, baik senior maupun muda, lainnya adalah mereka harus mengutamakan kepentingan gereja, dan tidak boleh mengutarakan keluhan pribadi pendeta kepada jemaat selama konseling atau kotbah di mimbar, dan tidak boleh berbicara mengenai situasinya sendiri maupun mengemis bantuan terutama bantuan finansial (1 Korintus 9:11-17).

Tugas pendeta lainnya, baik senior maupun muda, adalah mereka harus saleh dan berbaik hati. Pendeta muda adalah asisten gereja dan asisten gembala, sebagaimana murid-murid Yesus adalah asisten Yesus selama pelayanan resmiNya. Gembala melakukan penggembalaan, sedangkan pendeta muda menolong gembala serta membantu penggembalaan. Pendeta muda harus mengikuti kehendak gembala, maka keinginan maupun ide pendeta tidak boleh mengganggu penggembalaan gembala. Perkataan dan kehendak gembala harus menjadi perkataan dan kehendak pendeta muda (Filemon 1:21).

Philemon and Onesimus
Ilustrasi Filemon. Image credit: http://surburg.blogspot.com

Jika pendeta muda tidak setuju dengan pikiran atau cara kerja gembala, atau berpikiran negatif, tidak kooperatif serta memfitnah atau menjelek-jelekkan gembala di depan jemaat, maka dia tidak memenuhi syarat untuk menjadi pendeta muda. Dia tidak memiliki kemampuan membantu gembala dan tidak ada gunanya berada bersama gembala. Sama seperti Yudas yang berpikiran negatif dan tidak kooperatif dengan mencuri uang kas (Yohanes 12:6), pada akhirnya ia menjadi orang yang tidak ada gunanya walaupun terus mengikuti Yesus sampai sesaat sebelum penangkapanNya. Begitu juga dengan Himeneus dan Aleksander yang diserahkan kepada Iblis oleh Paulus karena menghujat dirinya (1 Timotius 1:19-20).

Pendeta muda tidak boleh memiliki pikiran sedikit pun untuk meninggalkan gerejanya sampai saat di mana ia benar-benar meninggalkan gereja. Pendeta muda harus memutuskan dan berencana setia menghabiskan hidupnya bersama gembala, sama seperti Timotius, Gayus, Arkhipus, Titus, Onesiforus, dll yang tetap setia kepada Paulus sampai akhir hidupnya (2 Timotius 1:16-18, 4:6). Walaupun gembala dan pendeta muda adalah dua tubuh, tetapi hati dan pikiran mereka harus satu. Pendeta muda tidak boleh berpikiran bahwa pendapatnya lebih benar dibandingkan gembala (Filipi 2:19-21). Penggembalaan adalah tugas gembala. Gembala harus sepenuhnya percaya kepada pendeta muda dan pendeta muda harus berperilaku agar gembala dapat mempercayai dirinya.

Ketika pendeta muda menerima sebuah tugas pelayanan yang tidak populer atau disetujui oleh jemaat, ia harus tetap melakukannya dan mengatur konflik yang mungkin terjadi antara, jemaat, pendeta muda, gembala, dan gereja (Titus 1:13-14). Pendeta muda tidak boleh melalaikan tugasnya, bersimpati kepada jemaat atas ketidaksetujuan atau keberatan mereka terhadap keputusan gereja, atau membuat satu orang pun dari jemaat menjadi pengikutnya (1 Timotius 1:3-7). Ini adalah bibit perpecahan yang akan menghancurkan gereja yang sudah dibangun dengan darah Anak Allah Yang Mahatinggi (Kisah 20:28-30).

Pendeta muda harus menyadari bahwa walaupun mereka melakukan lebih banyak pekerjaan dibanding gembala, pada akhirnya pertumbuhan gereja bukanlah karena kepandaian dan kerja keras pendeta muda, sebab seorang murid (pendeta muda) tidak lebih daripada gurunya (gembala) (Matius 10:24). Gereja tidak mungkin tumbuh tanpa gembala yang kompeten mengorganisir pendeta-pendeta mudanya yang mungkin punya maksud, keinginan, kepentingan, dan egoisme sendiri. Bila seorang gembala mempunyai 10 pendeta muda, maka ia harus menyatukan 10 kepala itu supaya satu visi dan misi dengan gereja dan gembala. Demikian pendeta muda harus merendahkan dirinya dan tunduk sepenuh hati pada gembala.

Meskipun seorang pendeta muda telah menyelesaikan masa pelatihan selama 3 tahun, tetapi bukan berarti setelah 3 tahun itu ia dapat diangkat menjadi gembala (pendeta senior). Pendeta muda baru diangkat menjadi gembala hanya ketika:

1. Gembala meninggal dunia.

2. Gembala berada di jarak yang sangat jauh untuk waktu yang sangat lama [contoh: Yesus berada di sorga, Paulus meninggalkan Efesus].

3. Gembala berhalangan hadir untuk waktu yang sangat lama [contoh: dipenjara dan ditawan seperti Paulus].

4. Diutus ke tempat yang jauh dan berada di luar kendali gembala [contoh: Paulus dan Barnabas yang diutus ke bangsa-bangsa asing].

Hanya dengan empat kondisi itu saja seorang pendeta muda baru dapat diangkat menjadi gembala. Itupun dia harus bersaing dengan pendeta-pendeta muda lainnya.

Kesimpulan

Jika Anda berpikir isi artikel ini tidak adil karena terlalu meninggikan gembala dan merendahkan pendeta muda, ingatlah bahwa:

Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.

Matius 20:26-28

Jika Anda berpikir isi artikel ini tidak adil karena terlalu meninggikan gembala dan merendahkan pendeta muda, itu sebenarnya karena Anda menginginkan jabatan tersebut untuk mendapatkan ketenaran, uang berlimpah, dan kehormatan. Jika tujuan Anda benar-benar murni untuk membangun iman jemaat dan mengasihi Allah, pasti Anda tidak akan merasa tidak adil.

Memang posisi gembala sangat rentan disalahgunakan demi kepentingan dan kekayaan pribadi. Bahkan tidak menutup kemungkinan seorang gembala menuhankan dirinya sendiri. Jika Anda melayani gembala yang demikian, segera ambil keputusan untuk pindah ke gereja lain yang lebih baik dan benar-benar berpusat pada Alkitab.

Related Posts

Sorga Bagi Si Pelacur Binal

August 29, 2020

August 29, 2020

Seorang pelacur diangkat menjadi permaisuri karena cinta kasih sang raja. Maka betapa lebihnya kasih Raja Sorga yang memberikan Kerajaan Sorga bagi pelacur rohani seperti kita.

Siapakah Roh Kudus Itu?

August 20, 2020

August 20, 2020

Mayoritas orang Kristen tidak tahu siapakah Roh Kudus itu, padahal ada banyak ayat Alkitab yang menerangkan tentang Roh Kudus.

4 Hari Raya Orang Kristen Menurut Alkitab

September 1, 2020

September 1, 2020

Ada 4 hari raya orang Kristen yang diperintahkan Allah di dalam Alkitab. Keempat hari raya ini menggambarkan karya penyelamatan umat manusia dari dosa.

Perumpamaan Kambing dan Domba: Kenapa Kambing Dikutuk Tuhan?

August 18, 2020

August 18, 2020

Dalam perumpamaan kambing dan domba, Tuhan Yesus memakai kambing untuk menggambarkan orang-orang yang tidak mengasihi Dia. Mengapa demikian?

Masuk Sorga dengan Berbuat Baik adalah Ajaran Sesat

September 26, 2020

September 26, 2020

Banyak orang Kristen menyangka bahwa mereka dapat masuk sorga dengan berbuat baik. Padahal ini adalah ajaran sesat karena Allah tidak berfirman demikian.

Latar Belakang Markus dan Pekerjaannya Menurut Alkitab

October 4, 2020

October 4, 2020

Latar belakang Markus dan pekerjaannya sebagai rasul dan penulis Injil pertama masih sangat relevan dengan kondisi pelayanan misionaris di zaman ini.

Mengapa Stefanus Dilempari Batu Sampai Mati?

September 14, 2020

September 14, 2020

Sudahkah Anda tahu pernyataan seperti apa yang diucapkan Stefanus sehingga membuat ia dilempari batu saat itu juga sampai mati? Kami mengupasnya di sini.

Anda Sudah Mati Rohani Saat Lahir Ke Dunia

July 26, 2020

July 26, 2020

Banyak orang Kristen mengira maut adalah mati secara jasmani, padahal sejatinya kita semua sudah mati secara rohani saat lahir ke dunia.

Ini Tandanya Kamu Sebenarnya Belum Mengenal Allah

July 24, 2020

July 24, 2020

Mungkin kamu sudah merasa mengenal Allah, tapi sebenarnya kamu tidak tahu apapun tentang Dia. Cari tahu tanda-tandanya di sini.

Untuk Apa Manusia Diciptakan?

July 25, 2020

July 25, 2020

Sudah tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa dan mengecewakan Allah, tapi mengapa Allah tetap menciptakan manusia?

Keadilan Yunus vs Keadilan Allah

August 14, 2020

August 14, 2020

Yunus menolak diutus Allah karena merasa orang Niniwe layak dihukum. Ini adalah bentuk keadilan Yunus yang tidak sesuai dengan keadilan Allah.

Jangan Gegabah Merasa Menderita Seperti Ayub

August 5, 2020

August 5, 2020

Ayub menderita karena memang diizinkan oleh Allah. Tapi ketika Anda menderita, jangan langsung gegabah menganggap Anda seperti Ayub.

Biografi Markus Menurut Alkitab

September 21, 2020

September 21, 2020

Markus bukanlah kedua belas murid Yesus yang kemudian menjadi rasul. Tetapi justru dia yang pertama kali menuliskan kitab Injil. Siapa sebenarnya dia?

Iman Yang Mampu Melihat Allah

July 27, 2020

July 27, 2020

Mengapa Allah tidak memperlihatkan DiriNya sehingga manusia lebih mudah untuk percaya? Dari mana kita bisa tahu Dia benar-benar ada dan bekerja?

Pengakuan Iman Rasuli Adalah Kebohongan Besar!

August 3, 2020

August 3, 2020

Pengakuan iman rasuli tidak ditulis oleh kedua belas rasul Tuhan Yesus dan baru dibuat ratusan tahun sesudah para rasul meninggal.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *