October 28, 2020 Your daily manna

Sorga Bagi Si Pelacur Binal

Kisah Theodora Si Pelacur Binal

Tidak banyak yang tahu bahwa pada zaman dulu di abad ke 6 Masehi, ada seorang wanita sundal yang berhasil mendongkrak nasibnya menjadi permaisuri di sebuah kerajaan termahsyur di dunia. Nama pelacur tersebut adalah Theodora, dan kerajaannya adalah Romawi Timur (Byzantine).

Seperti yang saya kutip dari harian internasional The Guardian, Theodora menjalani hidup sebagai pelacur yang sangat binal di sebuah rumah bordir. Saking binalnya, dia menyesal mengapa Tuhan hanya memberi tiga lubang untuk kenikmatan birahinya.

Theodora lahir pada tahun 497 Masehi, dari ayah yang bekerja sebagai pengurus binatang. Tetapi saat Theodora masih berusia 5 tahun, sang ayah meninggal dan suami baru ibunya tidak bisa membiayai keluarga mereka dengan baik. Alhasil, Theodora bersama saudara-saudara perempuannya harus bekerja untuk bertahan hidup. Ibunya mengajarkan tari-tarian sensual, yang kurang lebih serupa dengan tarian striptease, kepada mereka. Lalu mereka bekerja di sebagai pelacur rumah bordir.

Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, Theodora sudah cukup terkenal sebagai pelacur remaja di kotanya. Bahkan di usia 14 tahun, Theodora sudah mempunyai anak dari seorang pria yang tidak diketahui identitasnya.

Di usia 21 tahun, Theodora untuk pertama kalinya bertemu Justinian, seorang pangeran Romawi yang digadang-gadang menjadi Kaisar berikutnya. Singkat cerita, mereka saling jatuh cinta dan di usia yang semuda itu Theodora sudah bisa mempengaruhi Justinian, yang usianya 20 tahun lebih tua, untuk mengubah hukum kerajaan sehingga memungkinkan seorang bangsawan menikah dengan pelacur sundal. Hukum pun diubah, dan Justinian menikah dengan Theodora meski ditentang oleh banyak orang, baik dari kalangan bangsawan maupun kalangan pelacur.

Di tahun 527, ketika usianya masih 30 tahun Theodora pun akhirnya menjadi permaisuri Kerajaan Romawi Timur (Byzantine) setelah Justinian menjadi Kaisar menggantikan ayahnya, Justin I, yang meninggal. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kerajaan Romawi, tepatnya Romawi Timur (Byzantine), seorang pelacur menjadi permaisuri.

Kisah Theodora ini mirip sekali dengan dongeng-dongeng dan cerita-cerita fiksi khayalan manusia. Tapi kisah ini memang benar-benar nyata dan tercatat dalam sejarah umat manusia.

Pelacur-Pelacur Rohani

Sebenarnya ada kisah lain yang lebih nyata daripada kisah Theodora, bahkan saking nyatanya tidak layak untuk disebut sebagai kisah. Karena kisah mengandung unsur dan bumbu-bumbu fiksi yang dibuat oleh si penulis sejarah atau tutur cerita yang disampaikan oleh sumber-sumber terdekat si tokoh.

Ini bukanlah kisah, bukan juga kenyataan karena realitanya lebih nyata daripada kenyataan. Ini adalah sebuah peristiwa yang sudah dinubuatkan ratusan kali oleh para nabi sejak ribuan tahun lalu sebelum penggenapannya oleh satu Manusia bernama Yesus. Yesus Kristus menggenapi semua nubuatan para nabi yang sudah dimulai ribuan tahun sebelum kelahiranNya.

Kedatangan Anak Allah yang empunya Kerajaan Sorga ke dunia, kelahiranNya, mujizat-mujizat yang dilakukanNya, kematianNya untuk menebus dosa manusia, kebangkitanNya dari kubur, kenaikanNya kembali ke Sorga sudah dinubuatkan oleh para nabi ribuan tahun sebelum kedatanganNya.

Yesus adalah Anak Allah, Raja Sorgawi. Dia turun ke dunia dan menjadi Anak Manusia. Sedangkan kita adalah pelacur-pelacur binal seperti Theodora yang tidak hanya puas dengan satu Allah saja, tetapi juga dengan allah-allah lain yang bernama uang, ketenaran, kedudukan, mobil mewah, rumah megah, gengsi, jabatan tinggi (Wahyu 17&18).

Kita tidak puas dengan berkat yang datang dari Tuhan saja, tetapi juga tamak dan serakah untuk mendapatkan kenikmatan dunia dari lubang-lubang “berkat” lainnya.

Sorga Bagi Si Pelacur Binal Ada Tertulis
The Whore of Babylon (Workshop of Lucas Cranach)

Bagaimana kita bukan pelacur kalau kita sendiri tidak pernah membaca Alkitab, tidak pernah berdoa, tetapi menyibukkan diri dan menghabiskan waktu untuk berhala-berhala dunia seperti itu? Padahal Tuhan Yesus sudah berfirman manusia juga harus makan firman Allah (Matius 4:4).

Dalam topeng kesopanan dan kedok kesalehan, kita bermunafik di depan banyak orang supaya terlihat sebagai pribadi yang baik dan jujur.

Kita memakai pakaian, jubah, topi, tongkat, kerudung, atau busana-busana lainnya yang menyimbolkan kesalehan dan kejujuran untuk menutupi borok dan kebusukan hati kita.

Tetapi di dalam hati kita membenci, serakah, tamak, memusuhi, menghina, iri hati, dan menyimpan nafsu birahi kepada orang lain. Jadi bukankah benar apa yang dibilang Tuhan Yesus bahwa sebenarnya kita sudah berdosa dari hati? Maka di hadapan Tuhan Yesus kita adalah pelacur-pelacur rohani.

Kita melakukan bakti sosial dan memberikan bantuan kepada orang miskin dan pengemis pun bukan karena belas kasihan dan kerendah hatian yang murni, tetapi yang dinodai oleh keinginan untuk menjadi tenar, viral, dilihat dan dipuji banyak orang. Kita adalah yang sombong dan angkuh seperti itu. Kita memanfaatkan orang miskin untuk mendongkrak popularitas kita dan disanjung orang lain.

Secara rohani kita tidak ada bedanya dengan Theodora. Kita boleh saja berbalut pakaian dan busana yang menyimbolkan kesucian dan kesalehan. Tetapi di dalam hati, kita semua adalah perempuan jalang, wanita sundal yang berlaku binal terhadap allah-allah lain dan sesama manusia seperti itu.

Pelacur Rohani yang Diberi Kesempatan Merajai Sorga

Beruntung bagi kita, Anak Allah yang empunya Kerajaan Sorga itu mau turun ke dunia dan mati menebus dosa-dosa kita, bahkan menikahi kita yang adalah pelacur-pelacur binal secara rohani. Seperti yang saya katakan di atas, semuanya ini bukanlah dongeng tetapi realita sebenarnya. Realita yang lebih nyata daripada kisah Theodora karena sudah dinubuatkan oleh para nabi sejak ribuan tahun sebelum kedatanganNya ke dunia.

Di dalam berbagai kitab para nabi dan juga perumpamaan-perumpamaan yang diajarkan Tuhan Yesus, manusia sering digambarkan sebagai wanita. Mulai dari penggunaan istilah putri-putri raja (Mazmur 45:9-11), putri Sion (Yesaya 52:2), anak dara (Yesaya 62:4-5), kekasih mempelai laki-laki (Kidung Agung), gadis (Matius 25:1-2), dan pengantin perempuan (Wahyu 19:7, 21:9).

Bahkan Yesaya 54:5 secara gamblang mengatakan, “Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.”

Alkitab menggambarkan manusia sebagai perempuan karena roh yang dihembuskan Allah kepada manusia pada saat penciptaan (Kejadian 2:7 NIV, NKJV, NET) bersifat perempuan. Tolong jangan salahartikan atau pelintir kalimat saya ini dengan mengatakan bahwa roh mempunyai jenis kelamin. Bukan itu maksudnya. Maksud saya adalah roh manusia bersifat (bukan berjenis kelamin) perempuan. Hal ini akan saya uraikan secara lebih jelas lagi di lain kesempatan. Tetapi untuk sementara, mari kita sepemahaman terlebih dulu bahwa roh manusia bersifat perempuan.

Sorga Bagi Si Pelacur Binal Veria
Mosaic of Theodora – Basilica of San Vitale

Maka sama seperti Theodora yang menikah dengan Kaisar, duduk bersama Kaisar di tahtanya, dan merajai Kekaisaran Romawi Timur (Byzantine), roh kita juga akan menikah bersama Yesus, duduk bersama Yesus di tahtaNya, dan memerintah sebagai raja di Kerajaan Sorga bersama Yesus (Wahyu 3:21, 19:6-9, 20:4-6, 22:5).

Hukum Perjanjian yang Diubah untuk Para Pelacur Rohani

Dan sama seperti Justinian yang mengubah hukum kerajaan Romawi, Anak Allah pun mengubah Hukum Taurat menjadi Hukum Kasih Karunia (Roma 3:20-25). Ia merobohkan Bait Allah yang dibangun dengan Perjanjian Lama, dan membangun kembali dalam tiga hari dengan Perjanjian Baru (Yohanes 2:19-22). Ia mengubah Perjanjian Lama yang disahkan dengan darah lembu dan domba, dengan Perjanjian Baru yang disahkan dengan darahNya sendiri (Ibrani 9:15-28, Matius 26:27-28).

Maka kita yang seharusnya binasa di hadapan Hukum Taurat, diselamatkan oleh Kasih Karunia. Ini bukan berarti Tuhan Yesus membatalkan Hukum Taurat, tetapi justru menegaskannya (Matius 5:17-19). Ia tahu kita adalah pelacur-pelacur rohani yang sudah melacur dari dalam hati. Hal ini dimaksudkan supaya kita datang ke hadapanNya untuk diperdamaikan dengan Allah (Roma 3:25).

Dialah Kota Perlindungan yang sesungguhnya. Sebab hanya di hadapan Yesus saja orang yang kedapatan berzinah diampuni (Yohanes 7:53-8:11). Hanya di hadapan Yesus saja penjahat mendapatkan pengampunan dan masuk ke Firdaus (Lukas 23:39-43). Hanya di hadapan Yesus saja pelacur diampuni dosanya (Lukas 7:36-50). Hanya di hadapan Yesus saja terjadi keselamatan di rumah pemungut cukai (Lukas 19:1-10).

Jika kita percaya kepada Yesus, dan tidak sekedar pengakuan kosong saja tetapi juga mengimani dengan perbuatan (Yakobus 2:14-26), maka kita adalah orang-orang yang diselamatkan oleh iman dan kasih karunia. Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan, bukan juga karena melakukan Hukum Taurat karena sesungguhnya tidak ada orang yang baik di muka bumi ini (Roma 3:9-24, Roma 11:5-6, Efesus 2:8-9).

Justru di hadapan Hukum Taurat kita semua adalah pelacur-pelacur binal seperti Theodora. Anda, saya, dan semua orang di dunia, baik yang sudah mati, masih hidup, dan yang akan lahir, adalah pelacur-pelacur rohani sebaik semunafik apapun kita di depan orang lain. Dari luar Anda boleh terlihat suci, kudus, baik, dan saleh melalui pakaian dan busana keagamaan yang Anda kenakan. Tetapi di dalam hati dan terlebih lagi di hadapan Tuhan Yesus kita semua adalah pelacur!

Tetapi untuk pelacur-pelacur seperti kita ini, Allah sudah menyediakan tempat bagi kita di Sorga. Kita bukanlah permaisuri-permaisuri kerajaan kecil di bumi yang akan hangus ini, tetapi pengantin Anak Domba di Kerajaan Sorga. Kita bukanlah yang kawin dengan raja dunia yang bisa mati dan terbunuh kapan saja, tetapi dengan Raja Kekal dan Anak Allah.

Kemuliaan yang Theodora terima tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan yang akan kita terima sebagai mempelai perempuan Anak Domba. Tuhan Yesus sudah mendahului kita ke Sorga dan Ia berfirman,

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Yohanes 14:2-3

350 nubuat di Alkitab sudah digenapi oleh Tuhan Yesus. Hanya satu yang tersisa dan belum tergenapi, yaitu nubuat akan kedatanganNya yang kedua kali. Apakah Anda pikir semuanya ini hanya kebetulan dan 1 nubuatan yang tersisa itu tidak akan tergenapi?

Mari janganlah menjadi gadis-gadis bodoh yang tidak bersiap-siap untuk menyambut kedatanganNya kembali (Matius 25:1-13). Syarat keselamatan itu mudah sekali, seperti yang ada tertulis dalam Titus 3:4-6,

Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita.

Titus 3:4-6

Maka sesuai yang ada tertulis, berikanlah diri Anda dibaptis selam dalam Nama Yesus dan terimalah Roh Kudus (Matius 28:19, Markus 1:7-8, Kis 19:2-6). Roh Kudus adalah Roh Allah dan Roh Yesus yang akan menghidupkan tubuh kita pada kebangkitan pertama (Roma 8:9-11, Wahyu 20:4-6) dan menjamin serta memeteraikan bahwa kita adalah milik Allah (Efesus 1:13-14). Tanpa menerima Roh Kudus, kita bukanlah milik Allah dan Kristus (Roma 8:9).

Jadi bagaimana, saudara? Apakah Anda akan mengambil kesempatan ini? Kalau kasih seorang kaisar dunia saja bisa membuat seorang pelacur binal menjadi permaisuri kerajaan, betapa lebihnya kasih Raja Sorga yang memberi kita kesempatan untuk menjadi pengantinNya dan memerintah bersama Dia di Kerajaan Sorga.

Haleluya!

Related Posts

Jangan Gegabah Merasa Menderita Seperti Ayub

August 5, 2020

August 5, 2020

Ayub menderita karena memang diizinkan oleh Allah. Tapi ketika Anda menderita, jangan langsung gegabah menganggap Anda seperti Ayub.

Biografi Markus Menurut Alkitab

September 21, 2020

September 21, 2020

Markus bukanlah kedua belas murid Yesus yang kemudian menjadi rasul. Tetapi justru dia yang pertama kali menuliskan kitab Injil. Siapa sebenarnya dia?

Syarat Menjadi dan Tugas Pendeta Menurut Alkitab

October 17, 2020

October 17, 2020

Alkitab sudah menuliskan syarat menjadi pendeta dan tugas pendeta menurut Alkitab. Tanpa tambahan dari sumber di luar Alkitab, syarat dan tugas itu sudah berat.

Untuk Apa Manusia Diciptakan?

July 25, 2020

July 25, 2020

Sudah tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa dan mengecewakan Allah, tapi mengapa Allah tetap menciptakan manusia?

Ini Tandanya Kamu Sebenarnya Belum Mengenal Allah

July 24, 2020

July 24, 2020

Mungkin kamu sudah merasa mengenal Allah, tapi sebenarnya kamu tidak tahu apapun tentang Dia. Cari tahu tanda-tandanya di sini.

Keadilan Yunus vs Keadilan Allah

August 14, 2020

August 14, 2020

Yunus menolak diutus Allah karena merasa orang Niniwe layak dihukum. Ini adalah bentuk keadilan Yunus yang tidak sesuai dengan keadilan Allah.

Iman Yang Mampu Melihat Allah

July 27, 2020

July 27, 2020

Mengapa Allah tidak memperlihatkan DiriNya sehingga manusia lebih mudah untuk percaya? Dari mana kita bisa tahu Dia benar-benar ada dan bekerja?

Siapakah Roh Kudus Itu?

August 20, 2020

August 20, 2020

Mayoritas orang Kristen tidak tahu siapakah Roh Kudus itu, padahal ada banyak ayat Alkitab yang menerangkan tentang Roh Kudus.

Pengakuan Iman Rasuli Adalah Kebohongan Besar!

August 3, 2020

August 3, 2020

Pengakuan iman rasuli tidak ditulis oleh kedua belas rasul Tuhan Yesus dan baru dibuat ratusan tahun sesudah para rasul meninggal.

Mengapa Stefanus Dilempari Batu Sampai Mati?

September 14, 2020

September 14, 2020

Sudahkah Anda tahu pernyataan seperti apa yang diucapkan Stefanus sehingga membuat ia dilempari batu saat itu juga sampai mati? Kami mengupasnya di sini.

Bolehkah Kita Memberikan Persembahan Kepada Orang Miskin?

July 31, 2020

July 31, 2020

Anda merasa gereja tidak mengelola persembahan dengan baik, sehingga memberikan persembahan kepada orang miskin. Apa kata Alkitab mengenai hal ini?

4 Hari Raya Orang Kristen Menurut Alkitab

September 1, 2020

September 1, 2020

Ada 4 hari raya orang Kristen yang diperintahkan Allah di dalam Alkitab. Keempat hari raya ini menggambarkan karya penyelamatan umat manusia dari dosa.

Anda Sudah Mati Rohani Saat Lahir Ke Dunia

July 26, 2020

July 26, 2020

Banyak orang Kristen mengira maut adalah mati secara jasmani, padahal sejatinya kita semua sudah mati secara rohani saat lahir ke dunia.

Perumpamaan Kambing dan Domba: Kenapa Kambing Dikutuk Tuhan?

August 18, 2020

August 18, 2020

Dalam perumpamaan kambing dan domba, Tuhan Yesus memakai kambing untuk menggambarkan orang-orang yang tidak mengasihi Dia. Mengapa demikian?

Latar Belakang Markus dan Pekerjaannya Menurut Alkitab

October 4, 2020

October 4, 2020

Latar belakang Markus dan pekerjaannya sebagai rasul dan penulis Injil pertama masih sangat relevan dengan kondisi pelayanan misionaris di zaman ini.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *