October 29, 2020 Your daily manna

Perumpamaan Kambing dan Domba: Kenapa Kambing Dikutuk Tuhan?

Perumpamaan Kambing dan Domba

Bukan, ini bukan soal kita harus membantu orang miskin dan berkarakter baik supaya termasuk pada golongan domba. Sama sekali bukan. Anda mengira demikian karena Anda tidak memahami isi Alkitab secara utuh. Pesan ajaran Tuhan Yesus jauh lebih dalam daripada itu.

Tahukah Anda kenapa Tuhan Yesus memakai kambing sebagai perumpaan orang-orang yang akan dikutuk? Mengapa Tuhan tidak memakai ular beludak seperti yang biasa Ia gunakan untuk mencela orang Farisi dan ahli-ahli Taurat?

Jawabannya terletak pada kesamaan kambing dan domba. Kambing dan domba itu serupa tapi tak sama.

Tuhan Yesus tidak membandingkan domba dengan ular karena yang terkutuk di dalam perumpamaan itu bukanlah orang yang sama sekali tidak membantu orang miskin atau berkarakter baik. Bukan perbandingan seperti jurang lebar dan mencolok seperti itu. Yang terkutuk adalah mereka yang melakukan tindakan-tindakan yang sama seperti yang domba lakukan. Itu sebabnya Tuhan Yesus menyebutkan mereka kambing.

Tapi mengapa kambing dikutuk kalau mereka juga melakukan hal-hal yang sama seperti yang domba lakukan? Baca terus artikel ini sampai selesai.

Kambing dan Domba: Serupa Tapi Tak Sama

Bagi Anda yang tidak terbiasa berurusan dengan kambing dan domba, pasti sangat sulit membedakan mana kambing dan mana domba. Mereka tidak hanya terlihat mirip, tapi juga bersuara sama (mengembik). Bahkan di beberapa belahan dunia dan jenis spesies, mereka juga punya bulu dan tanduk yang mirip.

Jika Anda belajar biologi, Anda juga akan mengetahui bahwa kambing dan domba sama-sama berasal dari ordo dan sub-ordo yang sama, yaitu ordo Artiodactyla dan sub-ordo Ruminantia. Menurut website Kebun Binatang San Diego di California, kambing dan domba juga berasal dari family dan sub-family yang sama, yaitu family Bovidae dan sub-family Antilopinae. Bahkan sistem pencernaan mereka pun sama.

kambing dan domba
Image by Pexels

Namun di hadapan Tuhan Yesus segala kesamaan dan kemiripan itu dibuang dan Ia memisahkan kambing dari domba. Tuhan Yesus sangat membedakan mereka, sampai-sampai memisahkan mereka secara berlawanan arah. Domba di sebelah kanan, dan kambing di sebelah kiri. Domba digambarkan sebagai golongan yang mengasihi Tuhan dan saudara-saudaraNya yang paling hina. Sedangkan kambing digambarkan sebagai golongan yang tidak mengasihi Tuhan dan saudara-saudaraNya yang paling hina (Matius 25:31-46).

Tetapi hal mengasihi dan tidak mengasihi ini adalah akibat (bukan sebab). Itu adalah realisasi dari apapun yang dipelajari oleh domba dan kambing dari Tuhan Yesus, Hukum Taurat, dan Kitab Para Nabi. Kalau kambing dan domba itu punya banyak kesamaan dan kemiripan, mengapa realisasi perbuatannya sangat berbeda? Lanjutkan membaca artikel ini sampai habis untuk mengetahui jawabannya.

Apa Perbedaan Kambing dan Domba?

Meskipun kambing dan domba punya banyak kesamaan dan kemiripan, namun ternyata dalam kehidupannya mereka sangat berbeda. Di artikel ini saya hanya akan menyebutkan 2 perbedaan saja karena 2 perbedaan itulah yang berhubungan dengan kehidupan iman kita.

1. Makanan
Perbedaan yang pertama adalah makanan. Seperti yang ditulis oleh Dr. Anna O’Brien, seorang ahli dokter hewan berpengalaman, domba hanya makan rerumputan hijau. Domba tidak makan yang aneh-aneh. Sedangkan kambing makan semuanya, apapun yang menarik minat mereka. Termasuk di antaranya semak belukar, gulma, plastik dan kertas bekas makanan orang, dll. Akibatnya kambing lebih rentan pada infeksi parasit dan sering terkena penyakit pencernaan daripada domba.

Ini adalah gambaran kehidupan iman orang-orang Kristen. Meskipun sama-sama belajar firman dan membaca Alkitab, tapi apakah kita hanya makan firman saja? Atau apakah kita juga mencampuradukkan firman dengan ajaran-ajaran lain seperti adat istiadat, filsafat filosofi, dan pengetahuan dunia?

Seperti yang Tuhan Yesus katakan di Matius 15:1-6, firman Tuhan tidak boleh dilanggar, dimodifikasi, diasimilasi, diakulturasi, atau apapun istilahnya demi menyesuaikan dengan selera diri sendiri atau selera pendengar. Firman Allah tidak bisa diperlakukan seperti itu. Barangsiapa yang berlaku demikian termasuk pada kambing karena kambing makan apapun yang menarik minat mereka.

Senada dengan Tuhan Yesus, Rasul Paulus pun memperingatkan kita untuk hati-hati terhadap filsafat, ajaran turun-temurun (tradisi), kata-kata indah yang memperdaya, dan pengetahuan dunia yang kesemuanya itu BUKAN DARI KRISTUS (Kolose 2:4-8, 1 Timotius 6:3-20).

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

Yohanes 8:31-32

Jadi kita harus memakan firman yang murni saja. Belajar dari Alkitab saja. Jangan dicampuradukkan dengan ajaran lain meskipun ajaran-ajaran itu indah, baik, filosofis, dan rasional. Itu semua adalah racun yang dapat membunuh iman kita sama seperti gulma dan plastik yang meracuni kambing.

Rasul Paulus juga mengingatkan kita untuk tidak melampaui yang ada tertulis (firman di Alkitab) (1 Korintus 4:6). Barangsiapa yang mencampuradukkan firman dengan ajaran lain bukanlah murid Tuhan dan termasuk pada kambing.

2. Perilaku
Sekali lagi ini bukan soal perilaku baik dan humanis, tetapi bahwa kambing dan domba punya perilaku yang 180 derajat berbeda saat digembalakan. Bila Anda kebetulan hidup di desa atau peternakan kambing dan domba, Anda akan menyadari perbedaan kontras ini.

Gembala domba pasti berjalan di depan dan domba-dombanya mengikuti dia dari belakang. Sedangkan gembala kambing pasti berjalan di belakang dan mengikuti kambing-kambingnya!

Ini bukan soal posisi saja. Ada alasan kenapa gembala domba berjalan di depan dan gembala kambing berjalan di belakang.

Domba sangat bergantung pada gembalanya. Mereka tidak bisa berjalan beriringan kalau tidak ada gembala yang memimpin di depan. Gembala domba pun bisa percaya diri memimpin di depan tanpa takut dombanya hilang karena domba memiliki sifat penurut. Domba juga dapat mengenal suara gembalanya sehingga mereka mudah dituntun. Kalaupun ada domba yang ketinggalan jauh, tersesat atau hilang arah, gembala cukup berteriak kencang supaya suaranya bisa didengar dari jauh dan domba itu akan kembali lagi karena mengenal suara gembalanya.

Sedangkan gembala kambing tidak bisa berjalan di depan kambing-kambingnya karena kambing terkenal sebagai penjelajah, mudah penasaran, susah diatur, dan suka merusak lingkungan. Anda akan sering melihat gembala kambing memukul kambing-kambingnya dengan kayu, pecut, atau rotan daripada melihat gembala domba memukul domba-dombanya. Gembala kambing bahkan tidak jarang lari mengejar kambing-kambingnya yang keluar sendiri dari kawanannya.

Gembala kambing sering melakukan itu untuk menjaga lingkungan atau tanaman lain dari ulah destruktif kambing-kambingnya. Kambing terkenal dengan sifatnya yang suka merusak tanaman dan lingkungan di sekitarnya. Jika dilepaskan di lingkungan perumahan, kambing akan sering masuk rumah orang dan merusak pagar, pintu, jendela, atau barang-barang lain. Sedangkan domba tidak punya sifat demikian. Itu sebabnya gembala kambing tidak bisa berjalan di depan, dan harus mengawasi terus dari belakang.

gembala kambing
Image by Pexels

Ini adalah cerminan kehidupan iman kita.

Apakah kita termasuk yang mengenal suara Gembala kita Tuhan Yesus dan bersedia dipimpin olehNya? Atau apakah kita lebih suka keluar dari kawanan kita dan mencari jalan sendiri?

Apakah kita berjalan mengikuti kehendak Gembala Agung kita? Atau apakah kita berpendapat Tuhan lah yang seharusnya mengikuti kehendak dan kemauan kita?

Apakah kita segera sadar dan bertobat ketika Tuhan memanggil kita saat kita hilang dan tersesat? Atau apakah kita berpikir Tuhan itu egois dan tukang paksa saat Dia memanggil kita untuk kembali mengikuti dia?

Apakah kita menerima dan mengerjakan segala perintahNya karena kita tahu itu adalah tuntunan hidup kita? Atau apakah kita mengerjakan sebagian perintahNya dan menolak sebagian yang lain karena merasa itu tidak sesuai dengan selera kita, sehingga kita keluar sendiri dari jalur firman Tuhan?

Apakah kita merasa kita butuh tuntunanNya dan rugi jika Dia meninggalkan kita? Atau apakah kita merasa Tuhan lah yang membutuhkan kita dan Dia yang rugi jika kita pergi meninggalkan Dia?

Apakah kita berpikir kita berada untuk Tuhan? Atau apakah kita berpikir Tuhan berada untuk kita?

Dari semua daftar pertanyaan di atas Anda pasti sudah bisa membedakan jawaban seperti apa yang akan memasukkan Anda pada golongan kambing dan domba.

Siapa yang Dimaksud Saudara-saudara Tuhan yang Paling Hina dalam Perumpamaan Kambing dan Domba?

Saudara, jujur saja di masa modern ini gereja mana yang tidak peduli pada orang-orang miskin dan hamba-hamba Tuhan yang hina? Gereja mana yang tidak pernah memberikan makanan, pakaian, tumpangan, dll kepada orang-orang miskin dan hamba-hamba Tuhan yang hina? Gereja-gereja kecil pun pasti peduli terhadap orang-orang miskin, setidak-tidaknya pada jemaatnya sendiri.

Semua gereja pasti sudah melakukannya lewat berbagai aksi sosial.

Masalahnya, Tuhan masih bisa membedakan mana yang kambing dan mana yang domba. Seperti yang saya kemukakan di atas, kambing dan domba mempunyai berbagai kesamaan dan kemiripan. Mereka sama-sama berasal dari ordo, sub-ordo, family, dan sub-family yang sama!

Maka bukankah orang-orang Kristen di dunia ini juga sama? Kita sama-sama berasal dari Allah. Kita sama-sama ditebus oleh Darah Yesus. Kita sama-sama mengembik (beribadah, berdoa, dan memuji) kepada Tuhan. Kita sama-sama membantu orang-orang miskin dan hamba-hamba Tuhan melalui gereja.

Tapi ternyata di antara kita masih ada kambing.

Saudara, yang termasuk dalam golongan kambing bukan berarti gereja yang tidak mengasihi sesamanya, karena tidak ada gereja yang tidak pernah melakukan aksi sosial seperti itu, setidak-tidaknya pada jemaatnya sendiri.

Yang termasuk dalam golongan kambing ialah mereka yang tidak melakukan itu untuk Tuhan dan saudara-saudaraNya yang paling hina. Coba kita baca baik-baik ayatnya.

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Matius 25:45

Tahukah Anda siapa yang dimaksud saudara-saudara Tuhan itu?

Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.

Markus 3:35

Begitu juga dengan yang ada tertulis di Injil Lukas.

Tetapi Ia menjawab mereka: Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.

Lukas 8:21

Dari 2 ayat di atas kita tahu Tuhan Yesus sedang berbicara tentang diriNya dan hamba-hamba Tuhan yang memberitakan firman dan melakukan kehendak Bapa. Merekalah yang sering dianggap orang-orang hina oleh pandangan dunia. Di sini jelas sekali Tuhan Yesus TIDAK BERKATA semua orang yang hina dan miskin adalah saudaraNya.

Tuhan Yesus sendiri kadang tidak disambut semua orang (Matius 10:11-15). Dia bersama para pengikutNya bahkan ditolak oleh orang-orang Yahudi sebangsaNya. Dia adalah yang tidak punya tempat untuk meletakkan kepalaNya (Matius 8:20).

Di zaman modern ini pun, hamba-hamba Tuhan dan firman yang mereka beritakan menjadi seperti orang asing bagi kita. Kita merasa terganggu saat hamba-hamba Tuhan itu datang menjenguk. Kita mengabaikan firman yang mereka sampaikan. Pekerjaan dan urusan-urusan duniawi kita menjadi prioritas. Firman nanti-nanti aja kalo lagi senggang.

Maka kita bukanlah domba, karena domba mengenal dan mendengar suara gembalanya. Kita adalah kambing yang tidak peduli suara gembala, keluar dari kawanan dan mencari jalan sendiri lalu sibuk sendiri. Makanan kita juga bukan firman saja, tapi juga dicampur dengan berbagai filsafat, adat istiadat, tradisi, selera pribadi, pengetahuan. Persis seperti kambing yang tidak makan rumput saja.

Ketika hamba Tuhan datang dan meminta pertolongan pun kita merasa risih dan terbebani. Begitu juga ketika kita mulai kendor dalam kehidupan iman lalu mereka datang menjenguk; reaksi kita adalah menghindar, lari, sok sibuk. Persis seperti kambing yang membuat gembalanya sampai harus mengeluarkan kayu, rotan, atau pecut untuk memukul.

Pertanyaannya, mengapa kita bisa berbuat demikian padahal kita datang beribadah ke gereja setiap hari Minggu?

Karena kita tidak bersedia mengikuti Tuhan yang memimpin dari depan. Kita merasa Tuhan lah yang seharusnya ada di belakang mengikuti kehendak dan kemauan kita.

Karena kita merasa Tuhan lah yang membutuhkan kita. Jadi Dia rugi kalau kita pergi meninggalkan Dia. Tuhan berada untuk kita, bukan kita yang berada untuk Tuhan.

Karena kita merasa Tuhan lah yang harus menyesuaikan kondisi, jadwal, dan keadaan kita. Begitu pula dengan filsafat, adat istiadat, tradisi, selera, dan pemikiran kita. Kita tidak mau mengorbankan dan meninggalkan itu semua untuk mengikuti Tuhan.

Karena kita datang ke gereja setiap hari Minggu karena begitulah tradisinya orang-orang Kristen kalau hari Minggu. Kita datang ke gereja bukan karena rindu mendengar suara Gembala kita dan firman yang disampaikannya, tapi karena tradisi.

Saudara, Anda bertindak seperti kambing karena Anda memiliki pola pikir dan sifat-sifat kambing. Maka bagaimana mungkin Anda memberikan makanan, pakaian, dan tumpangan kepada hamba-hamba Tuhan kalau pola pikir Anda saja seperti itu?

Benarkah Kita Sudah Melakukan Itu Semua Untuk Tuhan?

Kalaupun Anda menolong hamba Tuhan, Anda melakukannya BUKAN ATAS PERINTAH TUHAN, tapi karena minat pribadi, adat istiadat, filsafat sendiri, dan tradisi. Maka yang sebenarnya Anda makan bukanlah rerumputan hijau seperti yang domba makan. Anda adalah kambing yang makan apapun selain firman.

Kalaupun Anda menolong hamba Tuhan, Anda melakukannya DENGAN CARA-CARA SENDIRI. Contoh yang paling sering terjadi adalah memberikan persembahan kepada orang miskin. Kambing merasa itu tindakan yang benar, padahal salah kaprah karena firman Tuhan justru melarang tindakan seperti ini.

Kalaupun Anda menolong hamba Tuhan, Anda melakukannya dengan MERUSAK LINGKUNGAN. Baik itu dengan tujuan pamer dan menyombongkan diri sendiri, menjelek-jelekkan jemaat dan gereja lain, atau tujuan-tujuan terselubung lainnya. Akibatnya di dalam gereja terjadi konflik. Maka lagi-lagi Anda bukanlah domba, tetapi kambing.

Jika Anda ingin yang termasuk pada golongan domba, maka sambutlah hamba-hamba Tuhan yang datang dan dengarkanlah firman yang mereka beritakan meskipun mereka adalah orang-orang yang hina dari pandangan dunia. Lakukanlah itu karena Anda ingin taat dan makan firman Tuhan saja.

Jika Anda ingin yang termasuk pada golongan domba, maka luangkanlah waktu untuk hamba-hamba Tuhan yang datang dan berikanlah prioritas pertama di atas segalanya. Susun ulang jadwal Anda supaya bisa memberikan waktu khusus bagi hamba Tuhan.

Jika Anda ingin yang termasuk pada golongan domba, maka bersedialah untuk diajak aktif kembali dalam kehidupan iman, gereja, dan pelayanan. Ini adalah kesempatan Anda untuk kembali dipimpin oleh firman Tuhan. Hanya kambing yang menggerutu dan lari ketika gembalanya datang. Sedangkan domba justru bersukacita saat mendengar suara gembalanya dan melihat ia datang menjemputnya.

Jika Anda ingin yang termasuk pada golongan domba, maka berikanlah pertolongan dan bantuan kepada hamba-hamba Tuhan. Tuhan Yesus sendiri sudah berfirman, bahwa barangsiapa memberikan secangkir air kepada murid-murid dan pengikut-pengikutNya, ia tidak kehilangan upahnya (Matius 10:42, Markus 9:41).

Jika Anda menyambut hamba-hamba Tuhan dan mendengarkan firman yang mereka beritakan, menolong dan membantu mereka juga, dan Anda melakukannya atas dasar perintah Tuhan, tanpa dicampuri maksud-maksud terselubung, atau dengan cara-cara sendiri, maka Anda tidak hanya termasuk pada golongan domba tapi juga mendapatkan upah nabi, upah orang benar, dan menyambut Tuhan Yesus dan Yang MengutusNya itu sendiri (Matius 10:40-42).

Jadi sudah tahu kan kenapa Tuhan Yesus memakai kambing untuk membandingkannya dengan domba-dombaNya? Karena dari luar kambing kelihatannya mirip dengan domba, tapi ternyata sifat dan tindakan mereka jauh berbeda. Orang yang beribadah di dalam gereja pun seperti itu, kita tidak tahu apakah orang tersebut benar-benar taat pada firman Tuhan atau memakai topeng kepalsuan dan pura-pura taat saja. Kita tidak tahu apakah dia termasuk kambing atau domba. Hanya dirinya sendiri dan Tuhan yang tahu.

Jadi apakah Anda termasuk pada kambing? Bila iya, segeralah bertobat dan milikilah sifat-sifat domba supaya Anda menjadi domba-domba kesayangan Tuhan Yesus. Dengan demikian Anda akan terselamatkan dari kutuk yang diberikan kepada kambing.

Related Posts

Anda Sudah Mati Rohani Saat Lahir Ke Dunia

July 26, 2020

July 26, 2020

Banyak orang Kristen mengira maut adalah mati secara jasmani, padahal sejatinya kita semua sudah mati secara rohani saat lahir ke dunia.

Latar Belakang Markus dan Pekerjaannya Menurut Alkitab

October 4, 2020

October 4, 2020

Latar belakang Markus dan pekerjaannya sebagai rasul dan penulis Injil pertama masih sangat relevan dengan kondisi pelayanan misionaris di zaman ini.

Untuk Apa Manusia Diciptakan?

July 25, 2020

July 25, 2020

Sudah tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa dan mengecewakan Allah, tapi mengapa Allah tetap menciptakan manusia?

Keadilan Yunus vs Keadilan Allah

August 14, 2020

August 14, 2020

Yunus menolak diutus Allah karena merasa orang Niniwe layak dihukum. Ini adalah bentuk keadilan Yunus yang tidak sesuai dengan keadilan Allah.

Kota Perlindungan Itu Bernama Yesus

August 16, 2020

August 16, 2020

Di Perjanjian Lama, Kota Perlindungan adalah suaka bagi para pembunuh. Ini adalah kiasan akan Yesus yang adalah perlindungan bagi semua orang berdosa.

Syarat Menjadi dan Tugas Pendeta Menurut Alkitab

October 17, 2020

October 17, 2020

Alkitab sudah menuliskan syarat menjadi pendeta dan tugas pendeta menurut Alkitab. Tanpa tambahan dari sumber di luar Alkitab, syarat dan tugas itu sudah berat.

Siapakah Roh Kudus Itu?

August 20, 2020

August 20, 2020

Mayoritas orang Kristen tidak tahu siapakah Roh Kudus itu, padahal ada banyak ayat Alkitab yang menerangkan tentang Roh Kudus.

Mengapa Stefanus Dilempari Batu Sampai Mati?

September 14, 2020

September 14, 2020

Sudahkah Anda tahu pernyataan seperti apa yang diucapkan Stefanus sehingga membuat ia dilempari batu saat itu juga sampai mati? Kami mengupasnya di sini.

Jangan Gegabah Merasa Menderita Seperti Ayub

August 5, 2020

August 5, 2020

Ayub menderita karena memang diizinkan oleh Allah. Tapi ketika Anda menderita, jangan langsung gegabah menganggap Anda seperti Ayub.

Bolehkah Kita Memberikan Persembahan Kepada Orang Miskin?

July 31, 2020

July 31, 2020

Anda merasa gereja tidak mengelola persembahan dengan baik, sehingga memberikan persembahan kepada orang miskin. Apa kata Alkitab mengenai hal ini?

Biografi Markus Menurut Alkitab

September 21, 2020

September 21, 2020

Markus bukanlah kedua belas murid Yesus yang kemudian menjadi rasul. Tetapi justru dia yang pertama kali menuliskan kitab Injil. Siapa sebenarnya dia?

Sorga Bagi Si Pelacur Binal

August 29, 2020

August 29, 2020

Seorang pelacur diangkat menjadi permaisuri karena cinta kasih sang raja. Maka betapa lebihnya kasih Raja Sorga yang memberikan Kerajaan Sorga bagi pelacur rohani seperti kita.

Iman Yang Mampu Melihat Allah

July 27, 2020

July 27, 2020

Mengapa Allah tidak memperlihatkan DiriNya sehingga manusia lebih mudah untuk percaya? Dari mana kita bisa tahu Dia benar-benar ada dan bekerja?

Ini Tandanya Kamu Sebenarnya Belum Mengenal Allah

July 24, 2020

July 24, 2020

Mungkin kamu sudah merasa mengenal Allah, tapi sebenarnya kamu tidak tahu apapun tentang Dia. Cari tahu tanda-tandanya di sini.

Masuk Sorga dengan Berbuat Baik adalah Ajaran Sesat

September 26, 2020

September 26, 2020

Banyak orang Kristen menyangka bahwa mereka dapat masuk sorga dengan berbuat baik. Padahal ini adalah ajaran sesat karena Allah tidak berfirman demikian.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *