October 28, 2020 Your daily manna

Opus 13: Pernikahan Beda Agama Menurut Alkitab

Apa Kata Alkitab Mengenai Pernikahan Beda Agama

Allah menciptakan manusia karena
Anak Allah ingin merendahkan diri
(Filipi 2:8).

Ia ingin merendahkan diri karena
menganggap diriNya tidak setara
dengan Bapa dan ingin
mengosongkan diri (Filipi 2:6-7).

“Bapa lebih besar daripada Aku.”
Demikian Ia merendahkan diri
(Yohanes 14:28).

Allah yang berada dari mulanya dan
yang hidupNya kekal tidak berkesudahan,
ingin mengecap ketidak-kekalan,
yaitu kematian (Filipi 2:8).

Demikian kematian adalah bentuk
kerendahan diri yang paling puncak.
Dan kematian di kayu salib adalah
kehinaan yang lebih keji daripada
kematian normal (Filipi 2:8) sebab
dipandang sebagai penjahat penuh dosa
(Markus 15:27-28, Yesaya 53:12).

Dalam hal kelahiranNya pun,
Anak Allah ingin merendahkan diri lebih
rendah daripada manusia, dan sekaligus
menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Domba
Allah. Itu sebabnya kandang domba dipilih
sebagai tempat lahirNya dan palungan
sebagai alas tempat tidurNya
(Mikha 4:8, Lukas 2:7).

Maka untuk Anak Allah yang ingin
merendahkan diri inilah manusia
diciptakan
menurut gambar dan
rupaNya (Kejadian 1:26).

Sejak semula manusia diciptakan
laki-laki dan perempuan (Matius 19:4),
maka manusia diciptakan tidak hanya satu
tetapi dua sekaligus
, lalu menyuruh
mereka untuk memenuhi bumi (Kejadian 1:28).
Itulah awal mula sejarah pernikahan manusia.

Kata “mereka” dalam Kejadian 1:28
menunjukkan bahwa manusia tidak diciptakan
seorang diri, laki-laki saja atau
perempuan saja, tetapi sepasang sekaligus.

Demikian Adam bukanlah manusia pertama.
Manusia pertama adalah Nephilim,
yaitu orang-orang yang ditakuti
oleh Kain (Kejadian 4:14).

Pernikahan Beda Agama Menurut Alkitab
Ilustrasi pernikahan beda agama.

Nephilim adalah manusia yang tidak
punya roh. Sedangkan Adam ialah manusia pertama yang
dihembuskan roh oleh Allah (Kejadian 2:7).
Demikian keturunan Adam disebut
anak-anak Allah, dan keturunan Nephilim
disebut anak-anak manusia (Kejadian 6).

Maka perkawinan anak-anak Allah
dengan anak-anak manusia adalah
perkawinan antara keturunan Adam yang punya roh
dengan Nephilim yang tidak punya roh,
sama seperti Kain yang kawin dengan istrinya
(Kejadian 4:17).

Apakah Allah Menghendaki Pernikahan Beda Agama?

Allah menghembuskan roh kepada
Adam, lalu menciptakan Hawa dan
menjadikan dia istrinya karena
Allah menghendaki Keturunan Ilahi,
yaitu Yesus (Maleakhi 2:15).

Itu sebabnya Allah tidak menghendaki
perkawinan antara keturunan yang punya roh
dengan keturunan yang tidak punya roh.
Allah memandang itu sebagai kejahatan
dan kehidupan yang rusak
(Kejadian 6:5-6).

Demikian Allah tidak menghendaki pernikahan beda agama.

Keturunan dari perkawinan campur
antara yang punya roh dengan yang
tidak punya roh adalah keturunan yang cemar
(1 Korintus 7:14).

Allah tidak menghendaki Keturunan Ilahi,
yaitu Yesus, datang dari keturunan yang cemar.

Itu sebabnya Allah menghapuskan
keturunan-keturunan campuran yang cemar
dan hanya menyisakan keturunan
murni dari keturunan yang punya roh,
yaitu Nuh dan keluarganya
(Kejadian 6:8-9).

Untuk menjadi jalan kedatangan Keturunan Ilahi,
yaitu Yesus, Allah juga melarang bangsa
Israel kawin campur dengan bangsa lain
yang menyembah berhala dan tidak mengenal
Allah (Keluaran 34:15-16, Ulangan 7:3-4).

Pernikahan Beda Agama dalam Perjanjian Baru

Setelah Keturunan Ilahi, yaitu Yesus, lahir
lalu mati sesuai kehendak Allah,
dan bangkit untuk naik ke sorga,
tidak ada lagi perintah atau larangan
mengenai perkawinan campuran.

Baik Tuhan Yesus maupun Allah
lebih menekankan larangan untuk bercerai
daripada perkawinan campuran
(Matius 19:8, 1 Korintus 7:10).

Dengan kata lain tidak ada ayat di Perjanjian Baru yang secara spesifik melarang atau memperbolehkan pernikahan beda agama.

Tuhan Yesus mengizinkan perceraian,
tetapi bukan berarti manusia boleh
seenaknya bercerai karena sesungguhnya
Allah membenci perceraian
(Maleakhi 2:16)
dan sejak semula tidak diperbolehkan bercerai
(Matius 19:8).

Maka dalam hal pernikahan beda agama,
sejak semula Allah juga tidak menghendaki itu,
baik kepada mereka yang adalah keturunan roh
(Kejadian 6:1-6), maupun mereka yang adalah
bangsa terpilih (Keluaran 34:15-16, Ulangan 7:3-4).

Maka berusaha keraslah untuk tidak
melakukan pernikahan beda agama,
sekeras usaha orang tua kalian yang
mati-matian untuk tidak bercerai.

Pun jika pernikahan beda agama itu
harus terjadi, orang yang beriman harus
menguduskan pasangannya yang tidak beriman
(1 Korintus 7:13-14).

Dengan kata lain, ia harus menyelamatkan
pasangannya yang tidak beriman itu dengan
cara menjadikan dia orang beriman

(1 Korintus 7:16).

Sebab keselamatan hanya dapat diperoleh dengan iman,
bukan dengan perbuatan baik (Efesus 2:8).

Jika seseorang melakukan pernikahan beda agama,
tetapi ia tidak menguduskan pasangannya, maka
anak-anak mereka adalah anak-anak cemar
yang tidak kudus
(1 Korintus 7:14).

Pacaran Beda Agama Menurut Alkitab
Ilustrasi pacaran beda agama.

Ayat Alkitab Tentang Pernikahan Beda Agama

2 Korintus 6:14 BUKAN ayat yang tepat
mengenai pernikahan beda agama sebab
keseluruhan pasal tersebut berbicara
mengenai pekerjaan pelayanan, dan
sama sekali tidak berbicara mengenai
perkawinan campur
.

2 Korintus 6 berbicara mengenai Paulus yang
berusaha keras dan menderita menjadi pelayan
Allah supaya tidak dicela orang lain (ayat 3-4),
dan yang telah membuka hati dengan lebar kepada
orang-orang Korintus (ayat 11).

Tetapi orang-orang Korintus justru menyediakan
hati yang sempit kepada pelayanan Paulus (ayat 11-13)
karena lebih tertarik kepada berhala dan pelayanan
orang-orang yang tidak percaya Allah.

Itu sebabnya Paulus menyebut orang Korintus
sebagai pasangan yang tidak seimbang. Maksud
pasangan di sini BUKAN pasangan suami istri,
tetapi pasangan dalam pekerjaan pelayanan.

Oh betapa bodoh dan sesatnya orang-orang yang
menyebut diri mereka hamba Tuhan tetapi
mengutip 2 Korintus 6:14 sebagai dasar
untuk mengatur pernikahan beda agama, sedangkan
ayat tersebut berbicara mengenai
pekerjaan pelayanan.

Tetapi lebih bodoh lagi orang-orang yang
percaya pada penyesatan itu karena tidak pernah
membaca Alkitab secara utuh dari awal hingga akhir
sehingga mudah untuk dibodoh-bodohi dan disesatkan
bagai kerbau yang dicucuk hidungnya.

Sungguh orang buta menuntun orang buta,
lalu jatuh ke jurang yang sama,
lalu menyalahkan Allah dan meninggalkan gereja,
hanya karena masalah pernikahan beda agama.

Padahal ia sendiri yang tidak pernah membaca
Alkitab sehingga tidak mengetahui kehendak Allah
atas dirinya.

Related Posts

Opus 10: Rendah Hatilah Sama Seperti Yesus yang Rendah Hati

September 12, 2020

September 12, 2020

Yesus sangat rendah hati sehingga Ia merendahkan diri menjadi manusia. Itu adalah bentuk ketaatanNya kepada Allah. Kita juga harus punya sifat rendah hati seperti itu.

Opus 9: “Inilah Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru”

September 9, 2020

September 9, 2020

Opus 9 bercerita tentang darah Perjanjian Baru, yaitu darah Yesus yang berkuasa menghapuskan dosa manusia.

Opus 7: 4 Alasan untuk TIDAK Berdoa di Depan Patung

August 29, 2020

August 29, 2020

Ada 4 alasan alkitabiah di mana kita seharusnya tidak sujud menyembah, beribadah, atau berdoa di depan patung atau gambar Yesus.

Opus 16: Dia yang Datang untuk Menyelamatkan Orang Berdosa

October 19, 2020

October 19, 2020

Allah Menyelamatkan Orang Berdosa Melalui Yesus Allah yang kita sembah adalahTuhan keselamatan. Dia mengutusAnak TunggalNya ke dunia untukmenyelamatkan orang berdosa.Itulah...

Opus 12: Nephilim – Para Raksasa di Alkitab

September 24, 2020

September 24, 2020

Opus 12 bercerita tentang Nephilim, para raksasa di Alkitab yang membuktikan bahwa Adam bukanlah manusia pertama.

Opus 8: Terimalah Terang Dunia yang Abadi!

September 2, 2020

September 2, 2020

Opus 8 bercerita tentang terang dunia ciptaan yang hanya berguna untuk tubuh, tetapi tidak berguna untuk roh, dan Terang Dunia sejati yang membawa hidup kekal.

Opus 4: Batu Karang di Halaman Istana Imam Besar

August 6, 2020

August 6, 2020

Opus 4 bercerita tentang peristiwa historik oleh Batu Karang yang berada di halaman istana Imam Besar Kayafas.

Opus 18: Keturunan Perempuan yang Meremukkan Kepala Iblis

October 23, 2020

October 23, 2020

Keturunan perempuan yang meremukkan kepada Iblis adalah keturunan ilahi yang lahir melalui ibu dari manusia-manusia rohani, yaitu Hawa.

Opus 2: Kerajaan Sorga

August 3, 2020

August 3, 2020

Opus 2 berbicara tentang Kerajaan Sorga, Penciptanya, Rajanya, sifatnya, dan siapa saja yang dapat masuk ke dalamnya.

Opus 15: Pertobatan adalah Iman Menuju Keselamatan

October 12, 2020

October 12, 2020

Pertobatan adalah wujud iman dasar yang seharusnya pertama kali dilakukan untuk memastikan penebusan dan pengampunan dosa serta keselamatan.

Opus 11: Kebenaran Injil Yesus

September 22, 2020

September 22, 2020

Opus 11 bercerita tentang kebenaran Injil Yesus yang lebih nyata daripada kenyataan walaupun kebenaran itu tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

Opus 1: Allah Bapa & Yesus

August 3, 2020

August 3, 2020

Opus 1 bercerita tentang Allah Bapa dan Anak Allah, dan penciptaan segala sesuatu yang dilakukan untuk Anak Allah yaitu Yesus.

Opus 6: Orang Kudus yang Dikuduskan oleh Roh Kudus

August 14, 2020

August 14, 2020

Opus 6 bercerita tentang status orang kudus, yang tidak boleh diberikan manusia dan gereja, tetapi hanya oleh Roh Kudus saja.

Opus 19: Perbedaan Jemaah Perjanjian Lama dan Jemaat Perjanjian Baru

October 27, 2020

October 27, 2020

Opus 19 menjelaskan perbedaan jemaah Perjanjian Lama dengan jemaat Perjanjian Baru, pengudusan, dan pelayanan masing-masing.

Opus 5: Jangan Meritualkan Perjamuan Kudus

August 8, 2020

August 8, 2020

Opus 5 menjelaskan Perjamuan Kudus yang sebenarnya bukanlah sakramen yang wajib diritualkan, tetapi harus dilakukan sesuai perintahNya.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *