October 28, 2020 Your daily manna

Opus 8: Terimalah Terang Dunia yang Abadi!

Terimalah Terang Dunia yang Sejati

Allah menciptakan terang di dunia kekelaman (Kejadian 1:3-5) dan mengatur terang itu dengan matahari dan bintang-bintang untuk menerangi bumi dan cakrawala (Kejadian 1:14-15). Dengan adanya terang ciptaan itu, segala sesuatu yang ada di bawah langit cakrawala dapat terus tinggal dan bertahan.

Tetapi terang yang demikian bukanlah terang dunia yang abadi, karena masih ada gelap dan malam. Unsur-unsur terang ini pun akan dihanguskan (2 Petrus 3:10). Terang dunia ini juga tidak mampu melampaui waktu, meskipun punya kecepatan 300.000 km/detik.

Dengan terang yang tidak abadi ini, untuk sampai ke Galaksi Andromeda saja butuh waktu 2.3 juta tahun. Kalau Tuhan Yesus naik ke Sorga dengan menggunakan terang dunia ini, Dia belum sampai di Sorga. Doa-doa yang kita panjatkan juga belum tiba di Kerajaan Sorga jika menggunakan terang dunia ini. Kita sudah mati duluan sebelum doa kita sampai.

Dengan terang dunia ini, manusia bekerja siang dan malam untuk bertahan hidup. Tetapi sekeras apapun manusia bekerja, suatu saat pasti mati juga. Inilah jalan yang sudah ditentukan oleh Anak Manusia (Ibrani 9:27-28). Itu sebabnya kehidupan di bawah terang ciptaan ini adalah yang sia-sia dan mengerikan jika kita tidak punya hubungan dengan Anak Manusia.

Seperti yang dikatakan Pengkhotbah,

Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.

Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.

Pengkhotbah 1:3-11
terimalah terang dunia yang abadi ada tertulis
Image by Unsplash

Tuhan Yesus hanya bersandar kepada Bapa saja ketika Dia berada di bawah terang ciptaan ini (Ibrani 5:7). Inilah iman yang diberikan kepada kita (Ibrani 12:2). Itu sebabnya Tuhan Yesus adalah Terang Dunia yang sejati. Dialah Terang yang menunjukkan jalan, kebenaran, dan hidup yang menuju kepada Bapa (Yohanes 8:12).

Matahari dan bintang-bintang adalah terang dunia yang berguna untuk tubuh manusia saja, tetapi tidak berguna untuk roh yang dihembuskan Allah kepada kita.

Matahari dan bintang-bintang adalah terang dunia yang diciptakan untuk menyambut dan melayani Anak Allah. Terang yang berada hanya untuk sementara saja.

Seperti ada tertulis,

Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya.

Amsal 8:27-30

Itu sebabnya kita jangan mencari kesenangan tubuh saja di bawah terang ciptaan ini. Kita juga harus mencari Terang Dunia yang sesungguhnya, sebab hanya di dalam Dia saja ada hidup. Di dalam Dia saja kegelapan tidak berkuasa (Yohanes 1:4-5).

Tuhan Yesus adalah Terang yang menerangi dunia. Supaya Terang itu tinggal dalam roh kita dan berada bersama kita, maka kita harus makan dagingNya dan minum darahNya (Yohanes 6:53-58).

Jangan hanya berpeluh di bawah terang dunia ciptaan.
Cari dan terimalah Terang Dunia yang abadi.
Bacalah Alkitab setiap hari.
Berdoalah setiap hari.
Taati semua perintahNya setiap hari.
Dan bertobatlah setiap hari.

Tags: , in Opus
Related Posts

Opus 11: Kebenaran Injil Yesus

September 22, 2020

September 22, 2020

Opus 11 bercerita tentang kebenaran Injil Yesus yang lebih nyata daripada kenyataan walaupun kebenaran itu tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

Opus 9: “Inilah Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru”

September 9, 2020

September 9, 2020

Opus 9 bercerita tentang darah Perjanjian Baru, yaitu darah Yesus yang berkuasa menghapuskan dosa manusia.

Opus 17: Nama Yesus Nama yang Berkuasa

October 21, 2020

October 21, 2020

Opus 17 bercerita tentang nama Yesus, yang adalah nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Di dalam nama Allah Tritunggal itu, ada banyak kuasa dan pengampunan dosa.

Opus 5: Jangan Meritualkan Perjamuan Kudus

August 8, 2020

August 8, 2020

Opus 5 menjelaskan Perjamuan Kudus yang sebenarnya bukanlah sakramen yang wajib diritualkan, tetapi harus dilakukan sesuai perintahNya.

Opus 15: Pertobatan adalah Iman Menuju Keselamatan

October 12, 2020

October 12, 2020

Pertobatan adalah wujud iman dasar yang seharusnya pertama kali dilakukan untuk memastikan penebusan dan pengampunan dosa serta keselamatan.

Opus 7: 4 Alasan untuk TIDAK Berdoa di Depan Patung

August 29, 2020

August 29, 2020

Ada 4 alasan alkitabiah di mana kita seharusnya tidak sujud menyembah, beribadah, atau berdoa di depan patung atau gambar Yesus.

Opus 12: Nephilim – Para Raksasa di Alkitab

September 24, 2020

September 24, 2020

Opus 12 bercerita tentang Nephilim, para raksasa di Alkitab yang membuktikan bahwa Adam bukanlah manusia pertama.

Opus 1: Allah Bapa & Yesus

August 3, 2020

August 3, 2020

Opus 1 bercerita tentang Allah Bapa dan Anak Allah, dan penciptaan segala sesuatu yang dilakukan untuk Anak Allah yaitu Yesus.

Opus 13: Pernikahan Beda Agama Menurut Alkitab

September 29, 2020

September 29, 2020

Opus 13 membahas bagaimana Allah memandang pacaran atau pernikahan beda agama, dan menyajikan ayat-ayat Alkitab yang mengatur tentang hal-hal tersebut.

Opus 4: Batu Karang di Halaman Istana Imam Besar

August 6, 2020

August 6, 2020

Opus 4 bercerita tentang peristiwa historik oleh Batu Karang yang berada di halaman istana Imam Besar Kayafas.

Opus 14: Kontroversi Sejarah Penulisan Alkitab

October 5, 2020

October 5, 2020

Sejarah penulisan Alkitab mempunyai banyak sekali kontroversi, begitu pula dengan kanonisasi. Meskipun demikian Alkitab tetap menyatakan kehendak Allah.

Opus 19: Perbedaan Jemaah Perjanjian Lama dan Jemaat Perjanjian Baru

October 27, 2020

October 27, 2020

Opus 19 menjelaskan perbedaan jemaah Perjanjian Lama dengan jemaat Perjanjian Baru, pengudusan, dan pelayanan masing-masing.

Opus 18: Keturunan Perempuan yang Meremukkan Kepala Iblis

October 23, 2020

October 23, 2020

Keturunan perempuan yang meremukkan kepada Iblis adalah keturunan ilahi yang lahir melalui ibu dari manusia-manusia rohani, yaitu Hawa.

Opus 10: Rendah Hatilah Sama Seperti Yesus yang Rendah Hati

September 12, 2020

September 12, 2020

Yesus sangat rendah hati sehingga Ia merendahkan diri menjadi manusia. Itu adalah bentuk ketaatanNya kepada Allah. Kita juga harus punya sifat rendah hati seperti itu.

Opus 3: Para Malaikat Allah & Tugasnya

August 5, 2020

August 5, 2020

Opus 3 bercerita tentang para malaikat yang diciptakan Allah, tugas-tugasnya, dan sifat-sifatnya.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *