October 29, 2020 Your daily manna

Opus 12: Nephilim – Para Raksasa di Alkitab

Para Raksasa di Alkitab Bukti Adanya Manusia Sebelum Adam

Allah menciptakan manusia dari debu tanah.
Pada saat penciptaan itu, Allah menciptakan
2 manusia sekaligus, yaitu 1 laki-laki
dan 1 perempuan
(Kejadian 1:27).

Allah membiarkan 2 manusia itu berkembang biak
hingga memenuhi bumi, lalu Dia memilih
satu orang dan menghembuskan roh kepadanya.
Demikian ia menjadi roh yang hidup
(Kejadian 2:7).

Itulah Adam, dialah
manusia pertama yang memiliki roh
(1 Korintus 15:45).

Manusia-manusia sebelum Adam tidak
memiliki roh. Mereka disebut nephilim,
dan tertulis sebagai raksasa di Alkitab
(Kejadian 6:4).

Allah menjadikan Eden di sebelah timur dan
menempatkan Adam di situ, lalu membiarkan
Adam menjaganya.

Demikian Adam bukan lagi sekedar manusia seperti
raksasa di Alkitab, tetapi manusia yang
memiliki roh.

Sejak saat itu manusia tidak bisa makan
roti saja, karena roh manusia juga harus
hidup dengan firman Allah (Matius 4:4).

Tubuh manusia butuh roti untuk makan.
Roh manusia butuh firman untuk makan.

Apabila manusia menolak firman Allah
maka rohnya mati saat itu juga, sama
seperti Adam yang rohnya mati saat
makan buah terlarang, meskipun
tubuhnya tidak mati saat itu juga.

Tubuh Adam hidup selama 930 tahun (Kejadian 5:5),
tetapi rohnya mati saat dia melanggar
firman Allah untuk tidak makan
buah terlarang.

Begitu juga manusia yang melanggar
firman Allah dan tidak bertobat.
Mungkin merasa tubuhnya baik-baik saja
dan tidak kenapa-kenapa, bisa umur panjang
dan sehat juga, tetapi rohnya sudah pasti mati.

Siapakah Nephilim (Raksasa di Alkitab)?

Manusia-manusia di zaman Adam yang
tidak memiliki roh disebut Nephilim,
atau raksasa di Alkitab (Kejadian 6:4).

Nephilim berasal dari kata “naphal”
yang berarti “yang gugur, yang jatuh,
tidak bermutu, yang disingkirkan”.

Nephilim inilah yang dimaksud sebagai
anak-anak manusia yang tak punya roh. Sedangkan yang
dimaksud anak-anak Allah adalah
Adam dan keturunannya yang punya roh.

mati rohani
Lukisan “The Deluge” karya Francis Danby (1793-1861)

Siapakah Anak-Anak Allah di Kejadian 6?

Anak-anak Allah yang dimaksud
dalam Kejadian 6 bukanlah malaikat,
karena Allah tidak pernah menganggap
malaikat sebagai anak (Ibrani 1:5),
dan malaikat juga tidak kawin
(Matius 22:30, Markus 12:25).

Karena kepada siapakah di antara
malaikat-malaikat itu pernah Ia
katakan: “Anak-Ku Engkau!
Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?”
dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya,
dan Ia akan menjadi Anak-Ku?

Ibrani 1:5

Anak-anak Allah dalam Kejadian bukanlah malaikat,
karena malaikat adalah roh-roh pelayan
yang diutus Allah untuk melayani
orang-orang kudus (Ibrani 1:13-14).

Dan kepada siapakah di antara malaikat itu
pernah Ia berkata: “Duduklah di sebelah kanan-Ku,
sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan
kaki-Mu?” Bukankah mereka semua adalah roh-roh
yang melayani, yang diutus untuk melayani
mereka yang harus memperoleh keselamatan?

ibrani 1:13-14

Adam Bukan Manusia Pertama, Tetapi Manusia Pertama yang Punya Roh

Adam adalah manusia yang diberikan
roh yang hidup, tetapi karena ia berdosa
rohnya menjadi mati, begitu pula
dengan roh semua keturunannya.

Itu sebabnya kita semua sudah mati
secara roh karena dosa turunan dari Adam.

Roh manusia yang mati akibat dosa Adam ini
hanya dapat dihidupkan oleh Sang Pencipta.
Tetapi supaya itu terjadi, Ia harus mencurahkan
darah, karena Ia tidak dapat melanggar firmanNya.
Tanpa darah tidak ada penebusan dosa,
dan nyawa harus diganti dengan nyawa.

Untuk itu Allah harus keluar dari Allah dan
menjadi manusia yang memiliki tubuh agar
bisa mencurahkan darah untuk menebus dosa.

Demikian Ia yang keluar dari Trinitas Allah
disebut Anak Allah. Manusia yang keluar dari
manusia disebut anak manusia. Kelinci yang
keluar dari kelinci disebut anak kelinci.

Tetapi Yesus juga disebut Anak Domba
karena Ia menjadi domba korban bakaran
yang dipersembahkan untuk menebus dosa manusia.

Karena Anak Allah menjadi manusia,
punya daging dan darah, maka kita
bisa makan daging dan darahNya.

Daging Yesus adalah firman (Yohanes 1:14).
Darah Yesus adalah penyucian dosa kita.
Roh Yesus adalah Roh Kudus yang
menyatukan Yesus dengan Bapa, demikian
menyatukan kita dengan Bapa melalui Yesus.

Barangsiapa yang makan daging Yesus,
dan minum darah Yesus, dan menerima
Roh Kudus adalah yang menggenapi kehendak Allah,
yaitu menjadikan manusia serupa dengan Allah
itu sendiri (Kejadian 1:26-27).

Hanya dengan itu saja manusia dapat
berada bersama Allah, Immanuel.

Kita yang tadinya menjadi seteru Allah
oleh karena dosa dan pelanggaran kita,
diperdamaikan melalui pengorbanan Yesus.

Damai sejahtera sebab kita tidak menjadi
seteru Allah lagi (Roma 5:10).
Immanuel sebab Allah penguasa langit dan bumi
tinggal di dalam diri kita (Matius 1:23).

Sungguh kehendak Allah yang di sorga
sudah terjadi di bumi.
Sungguh Kerajaan Allah sudah datang
kepada barangsiapa yang makan daging,
minum darah, dan menerima Roh dari
Sang Pewaris Kerajaan Sorga.

Image cover: The Flood of Noah and Companions (c. 1911) by Léon Comerre. Musée d'Arts de Nantes.
Related Posts

Opus 13: Pernikahan Beda Agama Menurut Alkitab

September 29, 2020

September 29, 2020

Opus 13 membahas bagaimana Allah memandang pacaran atau pernikahan beda agama, dan menyajikan ayat-ayat Alkitab yang mengatur tentang hal-hal tersebut.

Opus 15: Pertobatan adalah Iman Menuju Keselamatan

October 12, 2020

October 12, 2020

Pertobatan adalah wujud iman dasar yang seharusnya pertama kali dilakukan untuk memastikan penebusan dan pengampunan dosa serta keselamatan.

Opus 16: Dia yang Datang untuk Menyelamatkan Orang Berdosa

October 19, 2020

October 19, 2020

Allah Menyelamatkan Orang Berdosa Melalui Yesus Allah yang kita sembah adalahTuhan keselamatan. Dia mengutusAnak TunggalNya ke dunia untukmenyelamatkan orang berdosa.Itulah...

Opus 1: Allah Bapa & Yesus

August 3, 2020

August 3, 2020

Opus 1 bercerita tentang Allah Bapa dan Anak Allah, dan penciptaan segala sesuatu yang dilakukan untuk Anak Allah yaitu Yesus.

Opus 7: 4 Alasan untuk TIDAK Berdoa di Depan Patung

August 29, 2020

August 29, 2020

Ada 4 alasan alkitabiah di mana kita seharusnya tidak sujud menyembah, beribadah, atau berdoa di depan patung atau gambar Yesus.

Opus 18: Keturunan Perempuan yang Meremukkan Kepala Iblis

October 23, 2020

October 23, 2020

Keturunan perempuan yang meremukkan kepada Iblis adalah keturunan ilahi yang lahir melalui ibu dari manusia-manusia rohani, yaitu Hawa.

Opus 17: Nama Yesus Nama yang Berkuasa

October 21, 2020

October 21, 2020

Opus 17 bercerita tentang nama Yesus, yang adalah nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Di dalam nama Allah Tritunggal itu, ada banyak kuasa dan pengampunan dosa.

Opus 10: Rendah Hatilah Sama Seperti Yesus yang Rendah Hati

September 12, 2020

September 12, 2020

Yesus sangat rendah hati sehingga Ia merendahkan diri menjadi manusia. Itu adalah bentuk ketaatanNya kepada Allah. Kita juga harus punya sifat rendah hati seperti itu.

Opus 4: Batu Karang di Halaman Istana Imam Besar

August 6, 2020

August 6, 2020

Opus 4 bercerita tentang peristiwa historik oleh Batu Karang yang berada di halaman istana Imam Besar Kayafas.

Opus 11: Kebenaran Injil Yesus

September 22, 2020

September 22, 2020

Opus 11 bercerita tentang kebenaran Injil Yesus yang lebih nyata daripada kenyataan walaupun kebenaran itu tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

Opus 9: “Inilah Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru”

September 9, 2020

September 9, 2020

Opus 9 bercerita tentang darah Perjanjian Baru, yaitu darah Yesus yang berkuasa menghapuskan dosa manusia.

Opus 2: Kerajaan Sorga

August 3, 2020

August 3, 2020

Opus 2 berbicara tentang Kerajaan Sorga, Penciptanya, Rajanya, sifatnya, dan siapa saja yang dapat masuk ke dalamnya.

Opus 5: Jangan Meritualkan Perjamuan Kudus

August 8, 2020

August 8, 2020

Opus 5 menjelaskan Perjamuan Kudus yang sebenarnya bukanlah sakramen yang wajib diritualkan, tetapi harus dilakukan sesuai perintahNya.

Opus 6: Orang Kudus yang Dikuduskan oleh Roh Kudus

August 14, 2020

August 14, 2020

Opus 6 bercerita tentang status orang kudus, yang tidak boleh diberikan manusia dan gereja, tetapi hanya oleh Roh Kudus saja.

Opus 8: Terimalah Terang Dunia yang Abadi!

September 2, 2020

September 2, 2020

Opus 8 bercerita tentang terang dunia ciptaan yang hanya berguna untuk tubuh, tetapi tidak berguna untuk roh, dan Terang Dunia sejati yang membawa hidup kekal.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *