October 28, 2020 Your daily manna

Jangan Gegabah Merasa Menderita Seperti Ayub

Apakah Kita Sudah Setia dan Taat Seperti Ayub?

Salah satu kebiasaan orang Kristen ketika menderita karena ditimpa penyakit parah atau kemalangan besar adalah menghubung-hubungkan penderitaannya dengan kisah Ayub. Sehingga ia merasa menderita seperti Ayub. Ini adalah sebuah perilaku gegabah yang harus diperbaiki.

Orang Kristen mana sih yang tidak tahu kisah Ayub?

Dia adalah hamba Allah yang saleh dan setia, sampai-sampai Allah membanggakan Ayub di depan Iblis.

Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Ayub 1:8

Kalau dibandingkan kita, apakah kita sudah saleh dan setia seperti Ayub? Apakah kita sudah membaca Alkitab dan berdoa setiap hari? Apakah kita sudah menahan diri untuk menjaga kekudusan? Apakah kita sudah menjauhi kejahatan?

Apakah Allah akan berkata ke Iblis tentang kita, “Lihatlah hambaku yang setia (nama kita)”?

Bukankah saat kita ditimpa penyakit parah atau kemalangan yang dahsyat kita langsung memprotes, mempertanyakan, menyalahkan, bahkan menghujat Allah meskipun di dalam hati?

Justru mungkin karena kita Allah dipermalukan oleh Iblis, “Lihatlah, si (nama kita) mengutuki Engkau. Benar kan apa yang aku bilang?”

Ayub sendiri dalam segala penderitaan yang dia alami akibat cobaan Iblis tetap menunjukkan kesetiannya pada Allah.

Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Ayub 1:20-22

Kalau ketaatan dan kesetiaan kita belum ada apa-apanya dibandingkan Ayub, pantaskah kita berkata kita menderita seperti Ayub?

Benarkah Semua Cobaan Dan Penderitaan Datang Dari Allah?

Untuk orang seperti Ayub, bolehlah kita berkata Allah mengizinkan kita untuk dicobai Iblis, sama seperti Allah yang mengizinkan Iblis untuk mencobai Ayub. Tapi bila kita belum ada apa-apanya dibandingkan Ayub, pantaskah kita mengatakan Allah memperbolehkan Iblis mencobai kita sehingga kita menderita seperti Ayub?

TIDAK!

Semua kehancuran, penyakit, malapetaka, kematian, disebabkan oleh Iblis saja. Dialah biang keroknya. Itu sebabnya di zaman Perjanjian Baru, Yesus mengusir roh-roh kotor ketika menyembuhkan orang sakit. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa orang-orang itu menderita seperti Ayub dan penderitaan mereka atas seizin dan sekehendak Allah!

Dalam Zakharia 13:1-2, nabi Zakharia bernubuat bahwa Yesus akan membasuh dosa dan kecemaran, menyingkirkan para nabi-nabi dunia dan roh-roh najis, jin-jin. Dalam Maleakhi 4:1-2 pun terdapat nubuat akan Yesus, yaitu Surya Kebenaran yang akan datang dengan sayap kesembuhan.

Ketika Yesus datang ke dunia dan nubuat-nubuat itu digenapi, pekerjaan utamanya adalah mengusir roh-roh kotor. Yesus diurapi Roh Kudus untuk menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis (orang- orang sakit) (Kis 10:38).

Kalau semua penyakit dan penderitaan seseorang adalah atas kehendak Allah, maka kesembuhan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus justru menentang kehendak Allah.

Tetapi tidak seperti itu kan? Sebab Allah menyatakan bahwa Yesus adalah Anak yang Dia kasihi dan yang berkenan kepadaNya (Matius 3:17), dan bahwa Yesus datang untuk melakukan kehendak Bapa (Yohanes 6:38).

Jangan Gegabah Merasa Menderita Seperti Ayub
Image by wellcomecollection.org

Penyebab Semua Penyakit Dan Penderitaan Adalah Roh Kotor Dan Iblis

Dalam Matius 10:8, Tuhan Yesus mengutus kedua belas muridNya untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan. Dalam Lukas 10, Tuhan Yesus juga mengutus 70 muridnya dengan misi yang sama, lalu mereka kembali dan mengatakan bahwa setan-setan takluk kepada mereka dalam Nama Yesus (ayat 17). Dalam Markus 16:17 juga disebutkan bahwa tanda-tanda orang percaya adalah mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit.

Mengapa Tuhan Yesus menyuruh murid-muridnya untuk mengusir setan-setan? Karena roh-roh inilah yang menyebabkan kecelakaan, penyakit, kesengsaraan, kemiskinan, kutuk dan kematian. Dan itu semua adalah perbuatan Iblis.

Ketika Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit pun, Dia mengusir roh-roh kotor (Matius 8:14-17).

Ketika setan diusir dari tubuh orang bisu, orang bisu itu langsung bisa berkata-kata (Matius 9:32-33).

Ketika Tuhan Yesus mengusir roh kotor dari tubuh orang yang kejang-kejang, sakit ayan, bisu dan tuli, maka orang itu sembuh (Markus 9:16-27).

Suatu roh kotor merasuk ke tubuh perempuan selama 18 tahun sampai akhirnya bungkuk punggungnya dan tidak bisa berdiri tegak (Luk 13:11). Dan di ayat 16 Tuhan Yesus berkata bahwa perempuan itu diikat Iblis selama 18 tahun, yang artinya dirasuk setan-setan yang adalah hamba iblis.

Paulus juga mengusir roh tenung dalam Nama Yesus, seketika itu roh najis itu keluar (Kis 16:18).

Jadi tidak semua orang yang sakit berarti mereka juga menderita seperti Ayub. Ayub adalah kasus spesial, tidak bisa disama-samakan dengan gegabah.

Secara ilmiah, penyakit disebabkan oleh virus atau bakteri. Sedangkan kemalangan atau kesialan disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri kita atau dari luar. Tetapi menurut firman Allah semua penyebabnya itu sama, yaitu Iblis dan antek-anteknya (roh kotor, roh tenung, setan-setan, dst). Begitu juga dengan kemalangan kita seperti harta dirampas, dirampok, anggota keluarga mengalami celaka; itu semuanya pelakunya adalah Iblis. Sama seperti Ayub yang lembu sapinya dirampok orang, kambing dombanya dibakar, anak-anaknya mati ditimpa angin ribut. Itu semua adalah ulah Iblis.

Anak Allah Datang Untuk Menggenapi Kehendak Bapa

Hanya saja dalam kasus Ayub, semua kejadian itu memang atas izin dari Allah karena Allah begitu membanggakan ketaatan dan kesetiaan Ayub sehingga menggoda Iblis untuk mencobai dia. Tapi seperti yang saya bilang di atas, kasus Ayub ini tidak otomatis berlaku pada semua orang. Jadi kita tidak bisa menyimpulkan bahwa Allah memang menghendaki kita untuk sakit dan menderita seperti Ayub.

Lah wong AnakNya saja memberi kesembuhan pada orang-orang sakit, masa Anak Allah melawan BapaNya kalau memang benar Bapa menghendaki orang itu sakit? Tidak mungkin kan?

Makanya ketika kita sakit dan menderita, jangan buru-buru menyamakan diri kita dengan Ayub lalu menganggap bahwa itu adalah kehendak Allah. Ketaatan saya dan Anda belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Ayub.

Sekedar datang ke gereja setiap hari minggu dan aktif pelayanan tidak lantas membuat Anda setara dengan Ayub.

Oleh karena itu setiap kali kita merasakan penyakit dan penderitaan, kita harus cepat-cepat mengusir roh-roh kotor dari diri kita sendiri. Kita usir mereka dalam Nama Yesus seperti yang dicontohkan Tuhan Yesus sendiri dan murid-muridNya. Pasti penyakit dan penderitaan itu akan berlalu.

Kuasa Penyembuhan Ilahi Dan Pengusiran Roh Kotor Bukanlah Rekayasa

Saya tahu bahwa penyembuhan penyakit dengan cara mengusir roh-roh kotor seringkali dianggap aksi teatrikal belaka dan dituduh rekayasa. Saya juga harus mengakui bahwa banyak gereja-gereja di luar sana yang melakukan kegiatan seperti ini untuk atraksi, supaya memancing banyak orang untuk masuk dan menjadi jemaat gereja di situ. Tetapi percayalah bahwa kuasa yang dimiliki oleh Tuhan Yesus dan yang diberikan kepada murid-muridNya itu bukanlah aksi teatrikal dan atraksi.

Memang ada banyak guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu dengan tanda-tanda dan mujizat-mujizat kesembuhan serta pengusiran roh kotor seperti itu. Tuhan Yesus sendiri pernah menubuatkan hal itu dalam Matius 7:15-23. Tapi bukan berarti Anda lantas tidak percaya pada kuasa kesembuhan dan pengusiran roh-roh kotor yang datang dari Tuhan Yesus sendiri. Apakah Anda akan menuduh kuasa dari Tuhan Yesus itu sebagai rekayasa?

Markus 16:17-18 mengatakan bahwa jika kita percaya dalam Nama Yesus, maka kita akan mengusir setan-setan, tidak akan mendapat celaka, dan bisa menyembuhkan orang lain. Tuhan Yesus sudah memberikan kuasa itu kepada kita, maka ayo kita pakai setidak-tidaknya untuk diri kita sendiri dan orang-orang terdekat kita.

Bacalah Alkitab hari ini dan dapatkanlah iman yang dapat mengusir roh-roh kotor dan menyembuhkan penyakit. Dan jangan lagi gegabah mengatakan diri sendiri atau orang lain yang sedang mengalami pencobaan itu menderita seperti Ayub.

Cover image: Job and His Friends by Ilya Repin (1869)
Related Posts

Pengakuan Iman Rasuli Adalah Kebohongan Besar!

August 3, 2020

August 3, 2020

Pengakuan iman rasuli tidak ditulis oleh kedua belas rasul Tuhan Yesus dan baru dibuat ratusan tahun sesudah para rasul meninggal.

Keadilan Yunus vs Keadilan Allah

August 14, 2020

August 14, 2020

Yunus menolak diutus Allah karena merasa orang Niniwe layak dihukum. Ini adalah bentuk keadilan Yunus yang tidak sesuai dengan keadilan Allah.

Iman Yang Mampu Melihat Allah

July 27, 2020

July 27, 2020

Mengapa Allah tidak memperlihatkan DiriNya sehingga manusia lebih mudah untuk percaya? Dari mana kita bisa tahu Dia benar-benar ada dan bekerja?

Anda Sudah Mati Rohani Saat Lahir Ke Dunia

July 26, 2020

July 26, 2020

Banyak orang Kristen mengira maut adalah mati secara jasmani, padahal sejatinya kita semua sudah mati secara rohani saat lahir ke dunia.

Biografi Markus Menurut Alkitab

September 21, 2020

September 21, 2020

Markus bukanlah kedua belas murid Yesus yang kemudian menjadi rasul. Tetapi justru dia yang pertama kali menuliskan kitab Injil. Siapa sebenarnya dia?

Bolehkah Kita Memberikan Persembahan Kepada Orang Miskin?

July 31, 2020

July 31, 2020

Anda merasa gereja tidak mengelola persembahan dengan baik, sehingga memberikan persembahan kepada orang miskin. Apa kata Alkitab mengenai hal ini?

Latar Belakang Markus dan Pekerjaannya Menurut Alkitab

October 4, 2020

October 4, 2020

Latar belakang Markus dan pekerjaannya sebagai rasul dan penulis Injil pertama masih sangat relevan dengan kondisi pelayanan misionaris di zaman ini.

Kota Perlindungan Itu Bernama Yesus

August 16, 2020

August 16, 2020

Di Perjanjian Lama, Kota Perlindungan adalah suaka bagi para pembunuh. Ini adalah kiasan akan Yesus yang adalah perlindungan bagi semua orang berdosa.

Mengapa Stefanus Dilempari Batu Sampai Mati?

September 14, 2020

September 14, 2020

Sudahkah Anda tahu pernyataan seperti apa yang diucapkan Stefanus sehingga membuat ia dilempari batu saat itu juga sampai mati? Kami mengupasnya di sini.

Syarat Menjadi dan Tugas Pendeta Menurut Alkitab

October 17, 2020

October 17, 2020

Alkitab sudah menuliskan syarat menjadi pendeta dan tugas pendeta menurut Alkitab. Tanpa tambahan dari sumber di luar Alkitab, syarat dan tugas itu sudah berat.

Antara Taj Mahal dan Persembahan Kepada Tuhan

July 24, 2020

July 24, 2020

Manusia bisa membangun situs bersejarah untuk mengenang kekasihnya, tapi apa yang sudah kita buat untuk Bait Allah yaitu Gereja?

Sorga Bagi Si Pelacur Binal

August 29, 2020

August 29, 2020

Seorang pelacur diangkat menjadi permaisuri karena cinta kasih sang raja. Maka betapa lebihnya kasih Raja Sorga yang memberikan Kerajaan Sorga bagi pelacur rohani seperti kita.

Masuk Sorga dengan Berbuat Baik adalah Ajaran Sesat

September 26, 2020

September 26, 2020

Banyak orang Kristen menyangka bahwa mereka dapat masuk sorga dengan berbuat baik. Padahal ini adalah ajaran sesat karena Allah tidak berfirman demikian.

4 Hari Raya Orang Kristen Menurut Alkitab

September 1, 2020

September 1, 2020

Ada 4 hari raya orang Kristen yang diperintahkan Allah di dalam Alkitab. Keempat hari raya ini menggambarkan karya penyelamatan umat manusia dari dosa.

Perumpamaan Kambing dan Domba: Kenapa Kambing Dikutuk Tuhan?

August 18, 2020

August 18, 2020

Dalam perumpamaan kambing dan domba, Tuhan Yesus memakai kambing untuk menggambarkan orang-orang yang tidak mengasihi Dia. Mengapa demikian?

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *