October 28, 2020 Your daily manna

Latar Belakang Markus dan Pekerjaannya Menurut Alkitab

Latar Belakang Markus Sebagai Penulis Injil

Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, tempat kediaman Markus adalah rumah terakhir yang disinggahi Tuhan Yesus sebelum Dia ditangkap oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Rumah itu juga yang menjadi tempat perjamuan terakhir yang diadakan Tuhan Yesus.

Setelah turunnya Roh Kudus ke diri para rasul di tempat yang sama, yaitu rumah Markus, dan terlebih setelah kematian martir Diakon Ditahbis Stefanus, jemaat yang berkumpul di Yerusalem mulai tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria (Kisah 8:1). Pada saat itu, Paulus berkobar-kobar mengancam dan menangkap murid-murid Yesus, serta menganiaya jemaat sampai pada waktu ia mendapatkan panggilan dari Tuhan Yesus, menjadi buta, lalu bertobat (Kisah 9:1-19).

Setelah Paulus bertobat, dia mencoba menggabungkan diri dengan para murid. Tetapi semua murid-murid Yesus terlanjur takut kepada Paulus oleh karena pengejarannya yang terdengar di mana-mana itu. Para murid tidak serta-merta percaya pada pertobatan Paulus, kecuali Barnabas yang adalah paman dari Markus (Kisah 9:26-27).

Barnabas adalah seorang Lewi dari Siprus yang menjual ladang miliknya dan mendedikasikannya untuk gereja mula-mula (Kisah 4:36-37). Barnabas menerima Paulus dan membawanya kepada para rasul.

Sementara itu jemaat yang tersebar setelah kematian martir Diakon Ditahbis Stefanus sudah mencapai Antiokhia. Mereka memberitakan Injil Yesus Kristus tidak hanya kepada orang-orang Yahudi tetapi juga kepada orang-orang Yunani. Tangan Tuhan menyertai mereka dan sebagian besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan (Kisah 11:19-21).

Di Antiokhia itu jugalah orang-orang yang percaya pada Injil Yesus (baik Yahudi maupun Yunani) disebut Kristen. Kristen secara harafiah berarti “pengikut Kristus”.

Kisah 11:26

Para rasul di Yerusalem kemudian mengutus Barnabas untuk memimpin jemaat di Antiokhia, yang terletak sejauh 480 km dari Yerusalem. Akan tetapi Barnabas kesulitan melayani jemaat Antiokhia sendirian, sehingga ia datang ke Tarsus untuk mencari Paulus dan membawanya ke Antiokhia. Mereka berdua lalu melayani jemaat dan mengajar banyak orang di Antiokhia bersama-sama selama satu tahun. Pada saat itulah bencana kelaparan besar datang, yang membuat jemaat Antiokhia mengumpulkan persembahan untuk dikirimkan kepada para rasul di Yerusalem dengan perantaraan Barnabas dan Paulus (Kisah 11:27-30).

Dalam Kisah Para Rasul 12:25, dikatakan bahwa Barnabas dan Paulus kembali ke Antiokhia dari Yerusalem setelah memberikan persembahan untuk membantu jemaat Yerusalem.

Dalam perjalanan kembali ke Antiokhia itulah Barnabas membawa serta Markus, yang disebut juga Yohanes, untuk membantu melayani jemaat Antiokhia.

Kisah 12:25

Sejarah Pekerjaan Markus

Namun sulit bagi Markus untuk memberikan prioritas pada pelayanannya. Latar belakang Markus adalah seorang anak yang punya rumah dengan kamar atas yang besar. Kebiasaan tinggal di rumah yang besar ini membuat Markus sulit melakukan pekerjaan dalam perjalanan misionarisnya.

Perjalanan misionaris adalah perjalanan yang penuh dengan rintangan dan hambatan. Hidup menderita dan apa adanya, dikejar-kejar musuh, dijebloskan ke penjara, dan disiksa di pengadilan adalah makanan sehari-hari para rasul yang terlibat pelayanan misionaris. Markus yang masih muda dan belum terbiasa dengan semua itu akhirnya meninggalkan pekerjaannya di tengah jalan. Di perjalanan misionaris pertamanya itu, Markus yang juga disebut Yohanes meninggalkan Barnabas dan Paulus di Perga Pamfilia dan kembali ke Yerusalem (Kisah 13:13).

Dalam Kisah Para Rasul 15:37-41, Paulus dan Barnabas bersitegang karena masalah Markus, yang disebut juga Yohanes. Paulus dan Barnabas yang tadinya selalu bersama-sama melayani dengan kompak, menjadi berselisih karena persoalan Markus. Barnabas ingin kembali membawa Markus beserta mereka, tetapi Paulus dengan keras menolak karena dia tidak bisa menerima orang yang pernah meninggalkan misi pelayanannya di tengah jalan.

Barnabas dan Paulus akhirnya memutuskan untuk berpisah. Barnabas tetap membawa serta Markus dalam perjalanannya yang kedua, sementara Paulus membawa serta Silas.

biografi markus di alkitab

Kesempatan Kedua Bagi Pelayanan Markus

Meskipun Markus tidak menyelesaikan perjalanan misionarisnya yang pertama, tetapi akibat kesabaran Barnabas, pamannya, ia pada akhirnya mendapatkan pengakuan juga dari rasul Paulus. Dalam Kolose 4:10 dan 2 Timotius 4:11, rasul Paulus mengatakan untuk menerima Markus dan menjemput Markus karena pelayanan Markus penting bagi Paulus. Dalam suratnya kepada Filemon, Paulus juga memperkenalkan latar belakang Markus sebagai teman sekerjanya. Rasul Petrus juga mengakui Markus sebagai anaknya dalam 1 Petrus 5:13.

Dari kisah dan latar belakang Markus ini kita belajar bahwa menjadi seorang rasul tidak mungkin terjadi dalam satu hari.

Latar belakang Markus sebagai rasul dan penulis Injil Yesus Kristus dimulai dari saat dia mengikuti Tuhan Yesus dengan sehelai kain, lalu meninggalkan perjalanan misionarisnya yang pertama, dan menjadi pembantu rasul Barnabas di perjalanan misionarisnya yang kedua.

Demikian Markus melewati banyak proses, mulai dari ketidaksiapan dalam mengikuti Yesus, menyerah di tengah perjalanan misionaris, lalu kembali lagi menjalani misionaris, menjadi penerjemah rasul Petrus, sampai akhirnya ia menjadi rasul pertama yang menuliskan Injil meskipun dia tidak mendengar Injil itu langsung dari Yesus.

Markus-Markus Zaman Sekarang

Ada banyak sekali Markus-Markus lain di dunia ini di sepanjang zaman, baik di zaman dulu maupun yang akan datang. Latar belakang Markus di zaman yang sekarang ini mungkin sedikit berbeda, tetapi intinya sama. Mereka adalah orang-orang yang awalnya penuh semangat dan menggebu-gebu setelah mendengar Injil, dan terlalu cepat mengambil keputusan untuk menjadi pelayan misionaris tanpa mengetahui gambaran pekerjaan dan resikonya. Akibatnya Markus-Markus zaman sekarang banyak yang meninggalkan tugasnya di tengah jalan, baik itu karena kenyamanan rumah, rindu kampung halaman, mengurus orang tua, jatuh cinta pada perempuan, dll.

Markus-Markus zaman sekarang ini adalah orang-orang yang belum terlatih dan siap secara mental untuk mengalami jalan terjal misionaris yang penuh rintangan. Latar belakang Markus ketika mengikut Yesus ke taman Getsemani juga hanya berbekal sehelai kain, berbeda dengan Petrus yang membawa pedang dan bermental siap perang (Yohanes 18:10). Ini menunjukkan keamatiran Markus dalam mengenal bahaya seperti apa yang mengintai Yesus dan murid-muridNya yang selalu menjadi incaran orang-orang Farisi dan imam-imam Yahudi yang sudah lama ingin membunuh Yesus.

Tetapi untuk menjadi rasul besar seperti Markus, anak-anak muda ini berhak mendapatkan kesempatan kedua dan diutus lagi.

Mereka juga harus menerima hajaran keras seperti yang dilakukan Paulus, supaya mereka sadar akan kesalahan dan ketidaksiapan mereka. Baik hajaran Paulus dan kesabaran Barnabas diperlukan untuk mematangkan seorang Markus. Hajaran saja sudah pasti menutup pintu kesempatan kedua bagi Markus-Markus muda, sedangkan kesabaran saja tidak akan menyadarkan mereka dari kesalahan dan ketidaksiapan mental. Keduanya dibutuhkan untuk menghasilkan buah yang matang dan berperan besar bagi Kerajaan Allah.

Jika Anda termasuk Markus-Markus muda, belajarlah dari kesalahan dan ketidaksiapan Anda lalu mintalah untuk mendapatkan kesempatan kedua.

Jika Anda guru atau bapa rohani dari Markus-Markus muda, berilah hajaran dan kesabaran secara seimbang guna mematangkan diri mereka di kesempatan kedua. Anda juga harus bisa memahami latar belakang mereka seperti apa, sama seperti Barnabas yang sudah pasti mengenal latar belakang Markus. Anggaplah Markus-Markus muda ini seperti keponakan Anda sendiri.

Tags: in Editorials
Related Posts

Iman Yang Mampu Melihat Allah

July 27, 2020

July 27, 2020

Mengapa Allah tidak memperlihatkan DiriNya sehingga manusia lebih mudah untuk percaya? Dari mana kita bisa tahu Dia benar-benar ada dan bekerja?

Jangan Gegabah Merasa Menderita Seperti Ayub

August 5, 2020

August 5, 2020

Ayub menderita karena memang diizinkan oleh Allah. Tapi ketika Anda menderita, jangan langsung gegabah menganggap Anda seperti Ayub.

Antara Taj Mahal dan Persembahan Kepada Tuhan

July 24, 2020

July 24, 2020

Manusia bisa membangun situs bersejarah untuk mengenang kekasihnya, tapi apa yang sudah kita buat untuk Bait Allah yaitu Gereja?

Anda Sudah Mati Rohani Saat Lahir Ke Dunia

July 26, 2020

July 26, 2020

Banyak orang Kristen mengira maut adalah mati secara jasmani, padahal sejatinya kita semua sudah mati secara rohani saat lahir ke dunia.

Biografi Markus Menurut Alkitab

September 21, 2020

September 21, 2020

Markus bukanlah kedua belas murid Yesus yang kemudian menjadi rasul. Tetapi justru dia yang pertama kali menuliskan kitab Injil. Siapa sebenarnya dia?

Keadilan Yunus vs Keadilan Allah

August 14, 2020

August 14, 2020

Yunus menolak diutus Allah karena merasa orang Niniwe layak dihukum. Ini adalah bentuk keadilan Yunus yang tidak sesuai dengan keadilan Allah.

Ini Tandanya Kamu Sebenarnya Belum Mengenal Allah

July 24, 2020

July 24, 2020

Mungkin kamu sudah merasa mengenal Allah, tapi sebenarnya kamu tidak tahu apapun tentang Dia. Cari tahu tanda-tandanya di sini.

Pengakuan Iman Rasuli Adalah Kebohongan Besar!

August 3, 2020

August 3, 2020

Pengakuan iman rasuli tidak ditulis oleh kedua belas rasul Tuhan Yesus dan baru dibuat ratusan tahun sesudah para rasul meninggal.

Sorga Bagi Si Pelacur Binal

August 29, 2020

August 29, 2020

Seorang pelacur diangkat menjadi permaisuri karena cinta kasih sang raja. Maka betapa lebihnya kasih Raja Sorga yang memberikan Kerajaan Sorga bagi pelacur rohani seperti kita.

Untuk Apa Manusia Diciptakan?

July 25, 2020

July 25, 2020

Sudah tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa dan mengecewakan Allah, tapi mengapa Allah tetap menciptakan manusia?

Mengapa Stefanus Dilempari Batu Sampai Mati?

September 14, 2020

September 14, 2020

Sudahkah Anda tahu pernyataan seperti apa yang diucapkan Stefanus sehingga membuat ia dilempari batu saat itu juga sampai mati? Kami mengupasnya di sini.

Perumpamaan Kambing dan Domba: Kenapa Kambing Dikutuk Tuhan?

August 18, 2020

August 18, 2020

Dalam perumpamaan kambing dan domba, Tuhan Yesus memakai kambing untuk menggambarkan orang-orang yang tidak mengasihi Dia. Mengapa demikian?

Siapakah Roh Kudus Itu?

August 20, 2020

August 20, 2020

Mayoritas orang Kristen tidak tahu siapakah Roh Kudus itu, padahal ada banyak ayat Alkitab yang menerangkan tentang Roh Kudus.

Kota Perlindungan Itu Bernama Yesus

August 16, 2020

August 16, 2020

Di Perjanjian Lama, Kota Perlindungan adalah suaka bagi para pembunuh. Ini adalah kiasan akan Yesus yang adalah perlindungan bagi semua orang berdosa.

Masuk Sorga dengan Berbuat Baik adalah Ajaran Sesat

September 26, 2020

September 26, 2020

Banyak orang Kristen menyangka bahwa mereka dapat masuk sorga dengan berbuat baik. Padahal ini adalah ajaran sesat karena Allah tidak berfirman demikian.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *