October 28, 2020 Your daily manna

Opus 14: Kontroversi Sejarah Penulisan Alkitab

Kontroversi Sejarah Penulisan Alkitab Bukan Berarti Meragukan Kebenaran Firman

Allah adil terhadap orang yang benar
dan yang jahat. Ia memberi matahari
dan hujan kepada semua manusia (Matius 5:45).

Untuk tubuh manusia Ia memberi
tumbuh-tumbuhan (Kejadian 1:29), dan
untuk roh manusia Ia memberikan
makanan ilahi yaitu firman Allah
(Yohanes 6:53-55, 68).

Tetapi mendengar firman saja,
bukanlah iman. Sebab iman adalah
mendengar lalu taat dan melakukan
(Yakobus 2:14-26).

Oleh karena itu, Allah yang menciptakan
roh dalam diri manusia (Zakharia 12:1, Kejadian 2:7)
lalu memberikan perkataan roh dan hidup
(Yohanes 6:63), yaitu firman, supaya
roh manusia hidup (Matius 4:4).

Firman Allah adalah hidup kekal (Yohanes 12:50)
dan makanan ilahi bagi manusia yang
ingin hidup kekal dari Allah (Yohanes 4:32-34).

Ketaatan Bukan Paksaan

Supaya manusia bisa memiliki iman,
yaitu melakukan perintah-perintahNya,
Allah memberikan keinginan kepada
manusia supaya manusia bisa memilih
untuk taat atau tidak taat.

Ketaatan bukanlah paksaan. Allah
tidak memaksa manusia untuk harus
taat pada perintahNya.
Ia memberikan
kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk,
dan manusia harus memilihnya sendiri.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.

Ulangan 30:19

Banyak orang merasa Allah itu tukang paksa,
tukang ngatur, tukang nuntut. Mereka merasa
Allah memaksa dan mengatur-atur hidupnya.
Padahal mereka sendiri yang tidak mengerti bahwa
Allah memberikan pilihan bebas kepada manusia.

Iblis mencobai manusia dengan cara
mengutip dan memanipulasi perintah Allah (Roma 7:11),
seperti ketika ia mencobai Tuhan Yesus di
padang gurun (Matius 4:5-6), dan Hawa di
Taman Eden (Kejadian 3:1).

Sejarah manusia rohani dimulai
dengan perintah Allah (Kejadian 2:16).
Roh manusia pasti binasa hari itu juga jika
menolak perintah Allah
(Kejadian 2:17),
walaupun tubuhnya mungkin baik-baik saja
dan dapat hidup dengan umur panjang (Kejadian 5:5).

Sejarah Penulisan Alkitab

Kontroversi Sejarah Alkitab

Hanya Alkitab saja satu-satunya
buku yang memuat firman Allah.
Dengan demikian, hanya Alkitab saja
yang memuat makanan roh manusia.

Memang ada begitu banyak kontroversi
yang menyelimuti sejarah penulisan Alkitab,
mulai dari latar belakang penulisnya,
keakuratan penerjemahannya, kanonisasi,
dan situasi politik selama pembuatannya.

Tetapi apapun kontroversinya, semua itu
sudah terjadi sesuai kehendak Allah
(Mazmur 50:11). Apapun yang terjadi
pada Alkitab, kehendakNya sudah dan terus
tergenapi (Yohanes 6:40).

Karena itu percayalah pada Alkitab.
Alkitab adalah buku kudus yang berisi
firman Allah yang adalah makanan
bagi roh manusia.

Sejarah Penulisan Alkitab

Alkitab ditulis berdasarkan suara dan
perintah Allah kepada para nabi, Anak Allah,
dan para rasul (Ibrani 1:1-2, Yohanes 12:49-50,
2 Korintus 13:3).

Jangan meragukan kebenaran firman Allah yang
tertulis di Alkitab, karena bagaimanapun juga
roh kamu harus makan firman Allah agar hidup.

Alkitab ditulis berdasarkan kesaksian
para rasul yang menerima Roh Kudus
(Yohanes 21:24, Kisah 1:1-3, 1 Yohanes 1:1).

Maka percayalah kepada kesaksian para rasul
meskipun ada banyak kontroversi dalam
sejarah penulisan Alkitab. Mereka adalah
orang-orang kudus yang dikuduskan oleh
Roh Kudus.

Alkitab ditulis secara teratur supaya
domba-domba Allah mengenal kebenaran,
taat dengan iman (Lukas 1:1-4, Roma 16:26),
dan memperoleh persekutuan dengan
Allah Tritunggal (1 Yohanes 1:3).

Maka supaya mendapat berkat dan hidup,
jangan menghabiskan waktu untuk mencari
bukti kebenaran firman Allah yang tertulis
di dalam Alkitab. Tetapi taatlah dengan iman.

Alkitab ditulis oleh rasul-rasul yang
dikuduskan untuk memberitakan Injil (Roma 1:1),
dan ditulis dengan hikmat Roh Kudus (2 Petrus 3:15).

Maka jangan meragukan kebenaran firman Allah
walaupun ada banyak kontroversi dalam
sejarah penulisan Alkitab.

Bukti kebenaran firman allah di alkitab

Alkitab ditulis untuk membangun
iman dan menasehati jemaat-jemaat Kristus
(2 Korintus 13:10, Kolose 4:16).

Maka mereka yang percaya apa adanya
pasti terbangun imannya. Sedangkan mereka
yang membuang-buang waktu untuk mencari
kebenaran Alkitab PASTI tidak akan mencapai iman.

Alkitab ditulis supaya jemaat-jemaat
Kristus tahu bahwa mereka punya
hidup kekal di dalam Yesus (1 Yohanes 5:13).

Maka jangan munafik dan pura-pura kawatir
pada kebenaran Alkitab kalau pada dasarnya
memang tidak mau percaya dan tidak mau
hidup kekal.

Alkitab ditulis untuk menyucikan jemaat
dari injil-injil palsu dan surat-surat palsu
dari para penyesat dan penyusup
(Galatia 1:6-9, 2 Tesalonika 3:17,
2 Yohanes 1:12, 3 Yohanes 1:13, Yudas 1:3).

Maka jangan munafik dan pura-pura peduli
pada kebenaran Alkitab jika tujuannya
adalah menyelusup dan menyesatkan banyak
orang dan memutarbalikkan Injil Kristus.

Jangan Meragukan Kebenaran Firman Allah di Alkitab

Mereka yang tidak meragukan
kebenaran firman Allah yang tertulis di
Alkitab akan mendapatkan hidup kekal.
Sedangkan mereka yang sibuk mencari
bukti kebenaran Alkitab justru terjebak
pada kesesatan yang berbuah ketidakpercayaan.

Mereka yang meragukan kebenaran firman
yang tertulis di Alkitab bermunafik pada
diri sendiri karena sebenarnya mereka
malas dan tidak mau tahu firman Allah.

Mereka yang meragukan kebenaran firman
menipu diri mereka sendiri karena mereka
juga tidak mencari tahu kebenaran itu,
apalagi membaca Alkitab secara
berurutan dari awal hingga akhir.

Terlepas dari kontroversi apapun yang
menyelimuti sejarah penulisan Alkitab, Alkitab adalah
satu-satunya buku kudus di mana terdapat
makanan rohani bagi roh jiwa kita.

Hanya di dalam Alkitab saja terdapat
hidup kekal.

Percayalah kepada kebenaran firman Allah
walaupun sejarah penulisan Alkitab mempunyai
begitu banyak kontroversi.

Berbagai kontroversi sejarah penulisan Alkitab itu tidak akan
mengantarkan kamu kepada
iman, berkat, dan hidup kekal.

Tags: in Opus
Related Posts

Opus 10: Rendah Hatilah Sama Seperti Yesus yang Rendah Hati

September 12, 2020

September 12, 2020

Yesus sangat rendah hati sehingga Ia merendahkan diri menjadi manusia. Itu adalah bentuk ketaatanNya kepada Allah. Kita juga harus punya sifat rendah hati seperti itu.

Opus 8: Terimalah Terang Dunia yang Abadi!

September 2, 2020

September 2, 2020

Opus 8 bercerita tentang terang dunia ciptaan yang hanya berguna untuk tubuh, tetapi tidak berguna untuk roh, dan Terang Dunia sejati yang membawa hidup kekal.

Opus 3: Para Malaikat Allah & Tugasnya

August 5, 2020

August 5, 2020

Opus 3 bercerita tentang para malaikat yang diciptakan Allah, tugas-tugasnya, dan sifat-sifatnya.

Opus 12: Nephilim – Para Raksasa di Alkitab

September 24, 2020

September 24, 2020

Opus 12 bercerita tentang Nephilim, para raksasa di Alkitab yang membuktikan bahwa Adam bukanlah manusia pertama.

Opus 5: Jangan Meritualkan Perjamuan Kudus

August 8, 2020

August 8, 2020

Opus 5 menjelaskan Perjamuan Kudus yang sebenarnya bukanlah sakramen yang wajib diritualkan, tetapi harus dilakukan sesuai perintahNya.

Opus 11: Kebenaran Injil Yesus

September 22, 2020

September 22, 2020

Opus 11 bercerita tentang kebenaran Injil Yesus yang lebih nyata daripada kenyataan walaupun kebenaran itu tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

Opus 9: “Inilah Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru”

September 9, 2020

September 9, 2020

Opus 9 bercerita tentang darah Perjanjian Baru, yaitu darah Yesus yang berkuasa menghapuskan dosa manusia.

Opus 2: Kerajaan Sorga

August 3, 2020

August 3, 2020

Opus 2 berbicara tentang Kerajaan Sorga, Penciptanya, Rajanya, sifatnya, dan siapa saja yang dapat masuk ke dalamnya.

Opus 13: Pernikahan Beda Agama Menurut Alkitab

September 29, 2020

September 29, 2020

Opus 13 membahas bagaimana Allah memandang pacaran atau pernikahan beda agama, dan menyajikan ayat-ayat Alkitab yang mengatur tentang hal-hal tersebut.

Opus 15: Pertobatan adalah Iman Menuju Keselamatan

October 12, 2020

October 12, 2020

Pertobatan adalah wujud iman dasar yang seharusnya pertama kali dilakukan untuk memastikan penebusan dan pengampunan dosa serta keselamatan.

Opus 17: Nama Yesus Nama yang Berkuasa

October 21, 2020

October 21, 2020

Opus 17 bercerita tentang nama Yesus, yang adalah nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Di dalam nama Allah Tritunggal itu, ada banyak kuasa dan pengampunan dosa.

Opus 18: Keturunan Perempuan yang Meremukkan Kepala Iblis

October 23, 2020

October 23, 2020

Keturunan perempuan yang meremukkan kepada Iblis adalah keturunan ilahi yang lahir melalui ibu dari manusia-manusia rohani, yaitu Hawa.

Opus 7: 4 Alasan untuk TIDAK Berdoa di Depan Patung

August 29, 2020

August 29, 2020

Ada 4 alasan alkitabiah di mana kita seharusnya tidak sujud menyembah, beribadah, atau berdoa di depan patung atau gambar Yesus.

Opus 4: Batu Karang di Halaman Istana Imam Besar

August 6, 2020

August 6, 2020

Opus 4 bercerita tentang peristiwa historik oleh Batu Karang yang berada di halaman istana Imam Besar Kayafas.

Opus 19: Perbedaan Jemaah Perjanjian Lama dan Jemaat Perjanjian Baru

October 27, 2020

October 27, 2020

Opus 19 menjelaskan perbedaan jemaah Perjanjian Lama dengan jemaat Perjanjian Baru, pengudusan, dan pelayanan masing-masing.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *