October 28, 2020 Your daily manna

Keadilan Yunus vs Keadilan Allah

Mengapa Yunus Tidak Mau Diutus Ke Kota Niniwe?

Biasanya ketika orang Kristen berbicara tentang Yunus, yang dibahas ialah soal ia yang berada di dalam perut ikan selama tiga hari, ketidaktaatan dia yang menolak diutus ke Niniwe, atau kejahatan dan pertobatan orang Niniwe. Tidak banyak yang tahu bahwa kisah Yunus itu juga berbicara tentang keadilan manusia versus keadilan Allah.

Kita tahu Yunus adalah nabi Perjanjian Lama yang mendapat misi dari Allah untuk membuat penduduk kota Niniwe bertobat, karena mereka telah berbuat jahat di mata Tuhan (Yunus 1:1-2). Bagi orang Perjanjian Lama seperti Yunus, mentaati Hukum Taurat itu sifatnya mutlak, wajib dilakukan. Allah memberikan berkat materi dan jasmani kepada orang yang taat Hukum Taurat, dan memberikan kutuk kepada yang tidak taat.

Sampai di sini semuanya terasa adil-adil saja. Tidak ada masalah.

Sebagai seorang nabi, Yunus diperintahkan Allah untuk memberitakan firman dan menegur orang-orang Niniwe yang berbuat jahat di mata Allah. Tetapi Yunus sangat kesal kepada orang-orang Niniwe. Menurut pandangan keadilan Yunus, orang Niniwe pantas untuk dihukum (Yunus 2:8, 4:2).

Itu sebabnya Yunus sengaja lari dari perintah Allah. Ia justru pergi ke Tarsis yang berada di barat dengan menaiki kapal dari Yafo, sementara Niniwe ada di timur (Yunus 1:3). Ketidaktaatan Yunus ini justru menunjukkan tanda bahwa ia menyadari sifat Allah yang murah hati dan berbelas kasihan (Yunus 4:2). Ia memiliki inspirasi kasih karunia di zaman Perjanjian Baru meskipun ia hidup di zaman Perjanjian Lama.

Karena itu Yunus tidak ingin pergi ke Niniwe untuk menyampaikan teguran yang difirmankan Allah melalui dirinya (Yunus 4:2). Maksudnya, kalau orang-orang Niniwe ditegur maka ada kemungkinan mereka akan bertobat sehingga Allah akan mengampuni mereka. Padahal di kisah-kisah Perjanjian Lama lainnya, Allah menghukum siapa saja yang tidak taat perintah Hukum TauratNya. Salah sedikit saja langsung mati, atau minimal terkena kutuk. Menurut pandangan Yunus, merekalah (orang-orang Niniwe) yang salah dan pantas dihukum, tapi kenapa dirinya yang harus repot-repot menempuh perjalanan jauh ke Niniwe. Pandangan Yunus ini terlihat jelas di pasal 2 ayat 8:

Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia.

Yunus 2:8

Mengapa Allah Tidak Jadi Membinasakan Kota Niniwe

Di sini mungkin kita mulai melihat perbedaan keadilan Allah dan keadilan manusia. Menurut keadilan manusia, kalau salah dan berdosa ya dihukum dan dikutuk seperti yang selama ini dilakukan. Jangan diberi kesempatan untuk bertobat. Tapi ternyata kali ini Allah tidak langsung menghukum, tetapi ingin menegur dulu. Di sini wajar jika seseorang merasa Allah pilih kasih terhadap orang-orang Niniwe.

Tetapi Yunus akhirnya pergi ke Niniwe dan berseru, “40 hari lagi Niniwe akan ditunggangbalikkan!” Maka raja dan seluruh rakyat Niniwe bertobat dan berpuasa (Yunus 3:4). Karena pertobatan yang sungguh-sungguh inilah maka Allah menyesal dan tidak jadi melakukan hukuman (Yunus 3:10).

Apa yang ditakutkan Yunus ternyata benar-benar kejadian. Orang-orang Niniwe bertobat dan mendapat pengampunan. Ini membuat Yunus merasa kesal kepada Allah, sampai-sampai ia berkata, “Lebih baik aku mati,” (Yunus 4:3). Jadi Yunus merasa Allah sudah berbuat tidak adil karena Ia tidak jadi menghukum Niniwe karena pertobatan yang sungguh-sungguh dari mereka.

Keadilan Yunus = Keadilan Manusia

Dari kacamata logika, rasional, filsafat, dan humanisme manusia, kita pasti setuju dengan Yunus. Kita pasti merasa Allah sudah tidak adil dan terlalu bermurah hati, bahkan cenderung lembek dan tidak tegas kepada orang-orang Niniwe. Mungkin kita juga kesal, marah, dan kecewa kepada Allah sama seperti yang Yunus rasakan.

Siapa sih yang tidak pernah merasa Allah tidak adil, sampai-sampai merasa lebih baik mati saja? Siapa sih yang tidak pernah merasa kecewa Allah lebih mengasihi si A yang tidak taat daripada dirinya sendiri yang selama ini taat? Siapa sih yang tidak pernah merasa si A lebih pantas dihukum daripada dirinya?

Atau setidak-tidaknya Anda pasti pernah merasa si A tidak perlu ditegur dan dinasehati, biar dia tau rasa akibat ulah dan perbuatannya sendiri.

Hayo, ngaku saja. Anda pasti pernah merasa seperti itu.

Maka Anda adalah Yunus-Yunus zaman sekarang yang hanya bisa melihat keadilan versi manusia saja, tetapi buta dan gagal paham terhadap keadilan Allah. Menurut Anda, Allah sudah berbuat tidak adil terhadap Anda. Menurut Anda, lebih baik mati saja daripada melihat ketidakadilan seperti itu.

Yunus dimakan ikan karena menolak diutus ke niniwe
Jonah and the Whale (1621) by Pieter Lastman

Tetapi seperti yang Allah katakan kepada Yunus, layak kah kita marah? (Yunus 4:4).

Layak kah kita marah atas belas kasihan Allah kepada orang berdosa sementara kita sendiri juga orang berdosa?

Layak kah kita melempari batu kepada orang yang berzinah sementara kita sendiri juga sering berzinah dalam hati? (Yohanes 8:7, Matius 5:28)

Karena Allah mengasihi Yunus, maka Allah ingin Yunus bisa memahami belas kasihan Allah kepada orang-orang berdosa. Untuk itu Allah menumbuhkan pohon jarak di dekat pondok yang dibuat Yunus. Yunus pun sayang dan bersukacita atas pohon jarak itu. Tetapi keesokan harinya Allah sengaja membinasakan pohon itu (Yunus 4:6-8).

Untuk pohon yang tidak dia ciptakan dan tumbuhkan saja, Yunus begitu sayang (Yunus 4:10). Maka tidak adilkah Allah bila Ia sayang dan berbelas kasihan kepada manusia yang Ia ciptakan menurut gambar dan rupaNya sendiri? (Kejadian 1:26-27).

Pohon bukanlah entitas yang kekal; ia hidup satu malam lalu mati satu malam juga (Yunus 4:10). Sementara manusia adalah yang kekal selama-lamanya, baik kekal di sorga atau kekal di neraka (Matius 25:34&41).

Jadi bagaimana? Haruskah Allah tunduk kepada keadilan manusia? Kalau begitu, tidak ada manusia yang bisa selamat dari maut karena semua manusia sudah jatuh ke dalam dosa. Jangan pikir Anda sendiri yang selamat karena Anda pun orang berdosa.

Jadi bukan Allah yang harus tunduk pada logika, rasional, filsafat, dan keadilan humanisme kita, tetapi kitalah yang harus mengerti kasih dan keadilan Allah kepada manusia.

Manusia untuk Allah, bukan Allah untuk manusia. Sudahkah Anda membaca Alkitab hari ini?

Related Posts

4 Hari Raya Orang Kristen Menurut Alkitab

September 1, 2020

September 1, 2020

Ada 4 hari raya orang Kristen yang diperintahkan Allah di dalam Alkitab. Keempat hari raya ini menggambarkan karya penyelamatan umat manusia dari dosa.

Antara Taj Mahal dan Persembahan Kepada Tuhan

July 24, 2020

July 24, 2020

Manusia bisa membangun situs bersejarah untuk mengenang kekasihnya, tapi apa yang sudah kita buat untuk Bait Allah yaitu Gereja?

Siapakah Roh Kudus Itu?

August 20, 2020

August 20, 2020

Mayoritas orang Kristen tidak tahu siapakah Roh Kudus itu, padahal ada banyak ayat Alkitab yang menerangkan tentang Roh Kudus.

Bolehkah Kita Memberikan Persembahan Kepada Orang Miskin?

July 31, 2020

July 31, 2020

Anda merasa gereja tidak mengelola persembahan dengan baik, sehingga memberikan persembahan kepada orang miskin. Apa kata Alkitab mengenai hal ini?

Latar Belakang Markus dan Pekerjaannya Menurut Alkitab

October 4, 2020

October 4, 2020

Latar belakang Markus dan pekerjaannya sebagai rasul dan penulis Injil pertama masih sangat relevan dengan kondisi pelayanan misionaris di zaman ini.

Mengapa Stefanus Dilempari Batu Sampai Mati?

September 14, 2020

September 14, 2020

Sudahkah Anda tahu pernyataan seperti apa yang diucapkan Stefanus sehingga membuat ia dilempari batu saat itu juga sampai mati? Kami mengupasnya di sini.

Untuk Apa Manusia Diciptakan?

July 25, 2020

July 25, 2020

Sudah tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa dan mengecewakan Allah, tapi mengapa Allah tetap menciptakan manusia?

Biografi Markus Menurut Alkitab

September 21, 2020

September 21, 2020

Markus bukanlah kedua belas murid Yesus yang kemudian menjadi rasul. Tetapi justru dia yang pertama kali menuliskan kitab Injil. Siapa sebenarnya dia?

Ini Tandanya Kamu Sebenarnya Belum Mengenal Allah

July 24, 2020

July 24, 2020

Mungkin kamu sudah merasa mengenal Allah, tapi sebenarnya kamu tidak tahu apapun tentang Dia. Cari tahu tanda-tandanya di sini.

Anda Sudah Mati Rohani Saat Lahir Ke Dunia

July 26, 2020

July 26, 2020

Banyak orang Kristen mengira maut adalah mati secara jasmani, padahal sejatinya kita semua sudah mati secara rohani saat lahir ke dunia.

Perumpamaan Kambing dan Domba: Kenapa Kambing Dikutuk Tuhan?

August 18, 2020

August 18, 2020

Dalam perumpamaan kambing dan domba, Tuhan Yesus memakai kambing untuk menggambarkan orang-orang yang tidak mengasihi Dia. Mengapa demikian?

Jangan Gegabah Merasa Menderita Seperti Ayub

August 5, 2020

August 5, 2020

Ayub menderita karena memang diizinkan oleh Allah. Tapi ketika Anda menderita, jangan langsung gegabah menganggap Anda seperti Ayub.

Kota Perlindungan Itu Bernama Yesus

August 16, 2020

August 16, 2020

Di Perjanjian Lama, Kota Perlindungan adalah suaka bagi para pembunuh. Ini adalah kiasan akan Yesus yang adalah perlindungan bagi semua orang berdosa.

Pengakuan Iman Rasuli Adalah Kebohongan Besar!

August 3, 2020

August 3, 2020

Pengakuan iman rasuli tidak ditulis oleh kedua belas rasul Tuhan Yesus dan baru dibuat ratusan tahun sesudah para rasul meninggal.

Syarat Menjadi dan Tugas Pendeta Menurut Alkitab

October 17, 2020

October 17, 2020

Alkitab sudah menuliskan syarat menjadi pendeta dan tugas pendeta menurut Alkitab. Tanpa tambahan dari sumber di luar Alkitab, syarat dan tugas itu sudah berat.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *