October 28, 2020 Your daily manna

Iman Yang Mampu Melihat Allah

Mengapa Manusia Diciptakan Tanpa Kemampuan Untuk Melihat Allah?

Allah memang tidak bisa dilihat, sehingga banyak yang berpikir orang Kristen membuat Allah dengan pikiran, menjadikan yang tidak ada sebagai yang ada. Itu sebabnya kita disangka menciptakan sebuah “allah” dari pikiran dan imajinasinya sendiri.

Tapi Allah hanya tidak dapat dilihat dengan mata manusia saja.

Kemampuan mata manusia itu terbatas, hanya 1/10 dari mata rajawali. Mata manusia bahkan lebih inferior daripada mata singa yang mampu melihat dengan jelas di dalam kegelapan. Oleh karena itu tidak mungkin dengan mata yang inferior seperti ini kita dapat melihat Allah. Binatang saja masih memiliki keterbatasan.

Tetapi dengan angkuhnya manusia mengatakan Allah itu tidak ada dan imajinasi saja, hanya karena tidak bisa melihat Allah dengan mata yang tidak lebih baik daripada mata rajawali, elang, dan singa.

Jadi karena kita tidak dapat melihat Allah dengan mata yang inferior ini, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa Allah tidak ada. Tapi dengan cara lain Allah sebenarnya sudah memberi bukti yang jelas, bagaimana Dia hidup, berada, dan bekerja.

Allah memperlihatkan DiriNya kepada kita melalui FirmanNya. Firman itu sudah berada bersama Allah sebelum daripada mulanya (Yohanes 1:1). Maka Firman mengenal pikiran, pekerjaan, apa yang sedang dikerjakan, dan apa yang akan dikerjakan Allah.

Allah sengaja membuat kita tidak dapat melihatNya dengan mata fisik karena Allah ingin kita percaya pada FirmanNya dan melihat Dia dengan iman.

Maka Firman dan iman itu adalah bola mata yang melihat Allah. Itulah satu-satunya cara melihat, mengenal, dan membuktikan keberadaan Allah.

Ketika Filipus memohon kepada Yesus: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,” Yesus berkata: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” (Yohanes 14:8-11)

Sebelum Yesus datang ke dunia ini, Allah membiarkan manusia mengenalNya melalui Firman yang dinubuatkan para nabi selama ribuan tahun sejak zaman Adam hingga sebelum Yohanes Pembaptis. Firman itu akhirnya menjadi daging dan turun ke dunia, mengambil rupa manusia, dikandung oleh Roh Kudus tanpa persetubuhan laki-laki dan perempuan, lalu lahir dari anak dara.

Firman itulah Yesus, dan Yesus itulah Firman.

Yesus itulah yang sudah berada bersama Bapa sejak mulanya (Yohanes 1:1, 14). Kelahiran Yesus tidak terjadi tiba-tiba, tetapi sudah dinubuatkan oleh para nabi sejak zaman Adam, dan ditulis dalam berbagai kitab para nabi Perjanjian Lama.

Alkitab terdiri dari 66 kitab, tapi sebenarnya ada lebih dari 66 kitab yang memuat firman yang pernah disampaikan Allah kepada manusia. Apabila semua firman Allah ditulis dengan teliti, maka dunia tidak akan dapat memuatnya (Yohanes 21:25). Maka hanya 66 kitab saja yang disahkan sebagai Alkitab.

Menurut Encyclopedia Britannica, proses pengumpulan (kanonisasi) 66 kitab itu sendiri bukanlah tanpa noda. Sejarah mencatat ada banyak kepentingan politik, penganiayaan, dan pembunuhan. Bahkan hal seperti ini sudah dimulai setelah Yesus naik ke Sorga, ketika para rasul mengemban Amanat Agung, dan pergi memberitakan Injil ke seluruh bumi. Persis seperti yang dialami rasul Paulus: diburu, ditangkap, disiksa, dan dijebloskan ke dalam penjara.

Bahkan tidak satu pun rasul yang tidak pernah mengalami ancaman, dan hanya rasul Yohanes saja yang mati tua. Semua rasul lainnya mati dengan cara dibunuh! Pun setelah zaman Yesus dan para rasul, sejarah mencatat puluhan juta orang mati dibunuh karena percaya pada 66 kitab ini.

iman yang mampu melihat allah
Image by Pexels

Lantas mengapa orang yang percaya pada kumpulan 66 kitab ini diperlakukan sedemikian kejamnya?

Karena orang yang benar-benar membaca kumpulan 66 kitab itu BISA MELIHAT RAJANYA.

Orang yang membaca kumpulan 66 kitab itu TIDAK MAU MENYANGKAL RAJANYA meskipun diancam dibunuh seperti para rasul.

Orang yang membaca kumpulan 66 kitab itu TIDAK MALU MENGAKUI RAJANYA meskipun dimasukkan ke kandang singa seperti Daniel.

Orang yang membaca kumpulan 66 kitab itu TIDAK MEMBUANG RAJANYA meskipun dirajam batu seperti Stefanus.

Orang yang membaca kumpulan 66 kitab itu TIDAK MERASA RUGI memberikan seluruh hartanya kepada Rajanya, seperti yang dilakukan si janda miskin.

Merekalah orang-orang yang MELIHAT ALLAH dengan iman.

Merekalah orang-orang yang mengalami mujizat Allah dalam hidup mereka sendiri.

Merekalah yang tidak menyangkal iman walaupun ditawari kekayaan dunia yang menggiurkan. Maka raja-raja dunia menjadi cemburu dan tidak mau rakyatnya mengakui adanya Raja yang lain dengan iman yang sedemikian kokoh.

Mulai dari nubuat kedatangan Raja, kelahiran Raja itu sendiri, hingga naiknya seorang “manusia miskin” ke sorga yang disembah sebagai Raja, bahkan sampai zaman para rasul, raja-raja dunia berlomba-lomba memburu kumpulan 66 kitab itu dan membunuh siapa saja yang percaya kepadaNya, termasuk para rasul itu sendiri.

Atau tahukah Anda mengapa Herodes membunuh semua bayi di Betlehem ketika Yesus lahir? Karena Herodes mendengar nubuatan lahirnya Raja dan dia tidak ingin Raja itu lahir (Matius 2).

66 kitab yang terkumpul itu semuanya mengandung cerita tentang Raja. Raja yang adalah Firman. Raja yang sudah ada bersama Allah sejak dari mulanya. Raja yang dinubuatkan para nabi. Raja yang adalah Allah itu sendiri.

Siapakah Raja itu?

Yesus adalah Raja itu.

Dialah Raja yang turun dari sorga dan mati menanggung dosa dan kutuk manusia yang percaya kepadaNya.

Maka bukankah wajar jika orang yang percaya kepada Raja itu pun berani mempertaruhkan nyawa untuk menyembahNya?

Maka bukankah wajar jika orang yang percaya kepada Raja itu pun pasti membaca semua 66 kitab itu?

Memang di zaman modern ini kita diberikan kebebasan untuk percaya, sehingga kita tidak perlu mempertaruhkan nyawa untuk memperlihatkan iman kita lagi. Tapi bukankah di zaman ini kita datang ke gereja demi pencitraan lewat Instagram dan social media lainnya? Atau mencari kenalan bisnis? Atau karena gebetan kita beribadah di situ? Atau melayani gereja demi mendapatkan persembahan kasih untuk tambahan uang jajan?

Bukankah kita malas membaca Alkitab dan pasrah saja digiring pendeta-pendeta matre ke dalam kesesatan untuk memperkaya diri mereka sendiri?

Apakah kita peduli dan menaruh hati pada Raja yang akan datang kedua kalinya untuk menggenapi satu-satunya nubuatan yang tersisa di Alkitab?

Dan giliran kita sadar kita disesatkan oleh pendeta-pendeta dan gereja-gereja palsu, bukankah kita dengan mudahnya menyalahkan Allah padahal kita tidak pernah membaca Alkitab dari awal sampai akhir?

Di zaman dahulu Dia sudah datang menggenapi RIBUAN nubuatan para nabi, bukankah Ia juga akan datang menggenapi nubuatan kedatanganNya kembali?

Bersiap-siaplah menyambut Rajamu, sebab tak ada yang tahu kapan Ia datang kembali.

Saya akan terus mendorong Anda membaca Alkitab setiap hari, karena iman hanya datang melalui firman yang tertulis. Dan hanya dengan iman dan firman kita bisa melihat Allah yang selama ini kita sembah.

Saya hanya meminta 30 menit waktu Anda untuk membaca Alkitab. Lakukanlah sekarang juga, dan milikilah iman yang mampu melihat Allah.

Related Posts

Masuk Sorga dengan Berbuat Baik adalah Ajaran Sesat

September 26, 2020

September 26, 2020

Banyak orang Kristen menyangka bahwa mereka dapat masuk sorga dengan berbuat baik. Padahal ini adalah ajaran sesat karena Allah tidak berfirman demikian.

Keadilan Yunus vs Keadilan Allah

August 14, 2020

August 14, 2020

Yunus menolak diutus Allah karena merasa orang Niniwe layak dihukum. Ini adalah bentuk keadilan Yunus yang tidak sesuai dengan keadilan Allah.

Anda Sudah Mati Rohani Saat Lahir Ke Dunia

July 26, 2020

July 26, 2020

Banyak orang Kristen mengira maut adalah mati secara jasmani, padahal sejatinya kita semua sudah mati secara rohani saat lahir ke dunia.

Bolehkah Kita Memberikan Persembahan Kepada Orang Miskin?

July 31, 2020

July 31, 2020

Anda merasa gereja tidak mengelola persembahan dengan baik, sehingga memberikan persembahan kepada orang miskin. Apa kata Alkitab mengenai hal ini?

Siapakah Roh Kudus Itu?

August 20, 2020

August 20, 2020

Mayoritas orang Kristen tidak tahu siapakah Roh Kudus itu, padahal ada banyak ayat Alkitab yang menerangkan tentang Roh Kudus.

Ini Tandanya Kamu Sebenarnya Belum Mengenal Allah

July 24, 2020

July 24, 2020

Mungkin kamu sudah merasa mengenal Allah, tapi sebenarnya kamu tidak tahu apapun tentang Dia. Cari tahu tanda-tandanya di sini.

Mengapa Stefanus Dilempari Batu Sampai Mati?

September 14, 2020

September 14, 2020

Sudahkah Anda tahu pernyataan seperti apa yang diucapkan Stefanus sehingga membuat ia dilempari batu saat itu juga sampai mati? Kami mengupasnya di sini.

Pengakuan Iman Rasuli Adalah Kebohongan Besar!

August 3, 2020

August 3, 2020

Pengakuan iman rasuli tidak ditulis oleh kedua belas rasul Tuhan Yesus dan baru dibuat ratusan tahun sesudah para rasul meninggal.

Sorga Bagi Si Pelacur Binal

August 29, 2020

August 29, 2020

Seorang pelacur diangkat menjadi permaisuri karena cinta kasih sang raja. Maka betapa lebihnya kasih Raja Sorga yang memberikan Kerajaan Sorga bagi pelacur rohani seperti kita.

Latar Belakang Markus dan Pekerjaannya Menurut Alkitab

October 4, 2020

October 4, 2020

Latar belakang Markus dan pekerjaannya sebagai rasul dan penulis Injil pertama masih sangat relevan dengan kondisi pelayanan misionaris di zaman ini.

Kota Perlindungan Itu Bernama Yesus

August 16, 2020

August 16, 2020

Di Perjanjian Lama, Kota Perlindungan adalah suaka bagi para pembunuh. Ini adalah kiasan akan Yesus yang adalah perlindungan bagi semua orang berdosa.

Perumpamaan Kambing dan Domba: Kenapa Kambing Dikutuk Tuhan?

August 18, 2020

August 18, 2020

Dalam perumpamaan kambing dan domba, Tuhan Yesus memakai kambing untuk menggambarkan orang-orang yang tidak mengasihi Dia. Mengapa demikian?

Syarat Menjadi dan Tugas Pendeta Menurut Alkitab

October 17, 2020

October 17, 2020

Alkitab sudah menuliskan syarat menjadi pendeta dan tugas pendeta menurut Alkitab. Tanpa tambahan dari sumber di luar Alkitab, syarat dan tugas itu sudah berat.

Biografi Markus Menurut Alkitab

September 21, 2020

September 21, 2020

Markus bukanlah kedua belas murid Yesus yang kemudian menjadi rasul. Tetapi justru dia yang pertama kali menuliskan kitab Injil. Siapa sebenarnya dia?

Jangan Gegabah Merasa Menderita Seperti Ayub

August 5, 2020

August 5, 2020

Ayub menderita karena memang diizinkan oleh Allah. Tapi ketika Anda menderita, jangan langsung gegabah menganggap Anda seperti Ayub.

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *